Kotak beludru di laci meja Karsa kini terkunci rapat,terkubur di bawah tumpukan naskah berita sepak bola.
Karsa memutuskan untuk menunda niatnya melamar Dian. Baginya,melangkah ke masa depan dengan seorang wanita tak akan tenang jika rumah tempat ia tumbuh masih dilingkupi kabut ketidakadilan. Ia harus membereskan "pertandingan" ayahnya terlebih dahulu.
Selama hari-hari berikutnya,Karsa tidak hanya diam. Di sela-sela menulis ulasan taktik,ia mulai menghubungi kanal-kanal relasinya beberapa jurnalis hukum dan aktivis buruh yang ia kenal lewat forum media.
Ia mulai menguliti aturan ketenagakerjaan dan jaminan sosial bagi tenaga kontrak di instansi pemerintahan.
Temuannya membuat rahang Karsa mengeras.