Adi Karsa

E. Karto
Chapter #15

Muntahan Bumi


Sore itu,langit di atas Cianjur seolah tumpah. Hujan turun dengan intensitas yang tidak masuk akal,menciptakan suara gaduh yang memekakkan telinga di atas atap genting kontrakan Karsa.

Sungai di samping dan depan rumah mereka sudah lama melampaui batas normal,warnanya cokelat pekat membawa sampah dan batang kayu yang entah darimana.

Karsa sedang duduk termenung di meja kerjanya,menatap layar laptop yang mati,sementara Dodi sedang tertidur pulas di kamar depan setelah meminum obatnya. Karsa merasakan getaran aneh di telapak kakinya. Bukan getaran petir,melainkan getaran dari dalam tanah.

Mang Seno sang pemilik rumah mengetuk pintu dan menanyakan apa ada kebocoran atau banjir ke dalam rumah.

Karsa hanya menjawab gak ada yang yang bocor sebelum...

Tiba-tiba,sebuah suara dentuman keras terdengar.

DUAARR!

Karsa tersentak. Pandangannya beralih ke lantai di bawah kakinya. Lantai semen yang selama ini menjadi pijakan mereka tiba-tiba meledak,terangkat ke atas seolah ada raksasa yang mencoba mendobrak dari bawah. Serpihan semen beterbangan.

Detik berikutnya,air cokelat yang sangat dingin menyembur deras dari lubang ledakan itu. Tekanan air sungai yang meluap rupanya meresap ke bawah pondasi rumah,menciptakan tekanan hidrolik yang tak mampu lagi ditahan oleh lantai semen yang tipis. Dalam hitungan detik,air sudah setinggi mata kaki,merayap cepat menuju betis.

"Pak! Bangun,Pak! Banjir!" teriak Karsa,suaranya parau karena panik.

Dodi terbangun dengan bingung,kakinya langsung menyentuh air yang keruh. "Sa? Apa ini? Bocor?"

Lihat selengkapnya