Adi Karsa

E. Karto
Chapter #30

Diatas bukit ketenangan


Sore itu,langit di atas Cipanas berwarna jingga keunguan,memantulkan sisa-sisa hujan yang baru saja membasahi bumi. Karsa duduk sendirian di puncak sebuah bukit kecil yang menghadap langsung ke arah hamparan kota dan lembah.

Di bawah sana,lampu-lampu rumah mulai menyala satu per satu,tampak seperti bintang-bintang kecil yang jatuh ke pelukan kabut.

Karsa menarik napas dalam-dalam. Udara dingin pegunungan merasuk ke paru-parunya,membawa aroma tanah basah dan pohon alpukat yang sangat ia kenal.

Kali ini,rasa dingin itu tidak lagi membuatnya menggigil kesepian. Ada kehangatan yang menjalar dari dalam dadanya sebuah rasa tenang yang belum pernah ia rasakan selama bertahun-tahun hidupnya.

Ia menatap tangannya yang kini sudah tidak lagi terlalu kusam karena debu semen,meski gurat-gurat kerja keras masih tertinggal di sana. Di sampingnya tergeletak laptop tua pemberian Nilda,benda yang telah menjadi saksi bisu transformasinya dari seorang kuli menjadi suara yang didengar oleh ribuan orang.

"Terima kasih,Nil," bisik Karsa pelan ke arah angin. "Terima kasih sudah memaksaku untuk tidak menyerah. Janji itu sudah aku tunaikan. Aku kembali menulis,dan aku tidak akan berhenti lagi."

Lihat selengkapnya