Adik Ipar Perusak Rumah Tangga

Tika Miranda
Chapter #2

Bab 2

Sementara itu, di kamar Rama dan Amanda, Amanda berdiri kaku di depan ranjang yang bertabur mawar merah. Jantungnya berdegup begitu kencang sampai ia bisa mendengarkannya sendiri. Gaun putihnya masih melekat sempurna, tapi tangannya terasa dingin.



Rama mendekat dari belakang. Ia sudah melepas jasnya dan kini hanya memakai kemeja putih yang lengan atasnya sudah digulung.



"Kamu cantik banget hari ini, sayang," bisik Rama di telinga Amanda. Napasnya hangat.



Rama memeluk pinggang Amanda. Ia mengecup lehernya pelan. Satu kali, dua kali. Tangannya mulai mencari resleting gaun Amanda di punggung.



Amanda memejamkan mata. Ia mencoba menikmati. Ini suaminya. Ini malam pertamanya. Seharusnya ia merasa sangat bahagia.



Rama memutar tubuh Amanda agar menghadapnya. Ia menatap wajah istrinya dalam-dalam.



"Akhirnya kamu jadi milik aku seutuhnya, Manda," ucap Rama dengan suara berat.



Ia mulai mencium bibir Amanda. Awalnya ciuman itu lembut, lalu semakin dalam dan menuntut. Amanda membalas, tangannya melingkar di leher Rama. Gaunnya perlahan turun, memperlihatkan bahunya.



Rama menggendong Amanda dan membaringkannya di atas ranjang. Bunga-bunga mawar itu seketika berantakan. Rama berada di atasnya, menciumi setiap inci wajah Amanda, bibirnya, lehernya, bahunya. Sedangkan tangannya, terus menggerayangi tubuh Amanda, terutama dibagian dadanya. Napas keduanya sama-sama saling memburu.



Amanda sudah bisa merasakan tubuh Rama menegang di atasnya. Tangan Rama bergerak cepat melepas seutuhnya gaun pengantin itu, memperlihatkan lekuk tubuh indah Amanda yang hanya di tutupi oleh pakaian dalam saja pada dua bagian itu.



Seolah tak merasa puas, Rama juga berusaha melepas semuanya, hingga pengait bra itu terlepas, Rama cukup terpaku saat melihat kembar Amanda yang menjulang indah dan juga menantang.



Tanpa pikir panjang, tangan Rama langsung bermain di salah satu kembar itu, sedangkan satunya lagi ia mainkan dengan mulut dan lidahnya.



Mata Amanda tertutup rapat, desahan kecil keluar begitu saja dari bibir manisnya. Membuat Rama semakin bergairah. 



Desahan Amanda terdengar sayup-sayup sampai ke kamar Bara, membuat Bara semakin gelisah dan tidak tenang.



"Sialan mereka," umpat Bara lalu memilih untuk keluar dari kamarnya. Ia meninggalkan rumah dengan niat menenangkan pikiran.



Kembali ke Amanda dan Rama, kini keduanya sudah sama-sama polos. Foreplay itu sudah cukup lama dan sangat panas. Keringat mulai membasahi pelipis Rama.



"Rama...." bisik Amanda ditengah desahannya. Ia merasa gugup dan seolah menahan sesuatu.



Rama mengangguk, ia terlihat sudah tidak sabar. Ia mencoba melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu permainan inti dari ritual malam pertama mereka ini.



Rama menuntun punyanya yang sudah mengeras sempurna itu masuk ke dalam area pribadi milik Amanda. Percobaan pertama gagal, namun Rama tidak menyerah begitu saja. Percobaan kedua, Rama sedikit menghentaknya, namun bukannya masuk, Amanda malah meringis kesakitan.


Lihat selengkapnya