Adiwira: Invasi dari Bintang Viperos

Jun Prakoso
Chapter #1

Bab 1: Benda Terbang Tak Dikenal


Sasana Garuda Sakti lengang, namun naluri Primus Setiono mengatakan sebaliknya.

Pria itu menghentikan langkahnya di tengah ruangan latihan. Matanya yang tajam menyapu sekeliling.

Samsak tinju di sudut ruangan bergoyang pelan, seakan baru saja ada yang meninjunya.  Padahal, ruangan itu kosong melompong.

Seseorang mengawasinya. Tapi di mana?

Primus menajamkan pendengarannya. Hening.

Entah mengapa, seakan dia bisa mendengar gesekan ban mobil di aspal ratusan meter di luar Sasana, dan bahkan detak jantungnya sendiri.

Otot-otot di balik baju bela dirinya menegang waspada. Aliran udara dingin merambat di tengkuknya. Sensasi sama yang dulu pernah menjadi makanan sehari-harinya saat mengendap-endap di belantara Papua.

Gempa? Mustahil. Aku tak merasakan guncangan.

Dia menghela napas panjang, mencoba mengendurkan ketegangan bahunya yang lebar.

Mungkin itu khayalannya belaka.

Dua tahun sudah dia mengelola Sasana Garuda Sakti meninggalkan dunia tentara. Tapi naluri tempurnya tidak hilang.

Pintu tiba-tiba terbuka.

"Permisi, Suhu?"

Suara murid-murid menariknya kembali ke dunia nyata.

Primus segera menegakkan tubuh, memasang wajah tenang.

"Masuk," katanya singkat. "Kita latihan sepuluh menit lagi.”

*

Latihan usai sebelum matahari tenggelam.

Lihat selengkapnya