Aegis of Us

Arslan Cealach
Chapter #7

Marsha

(disclaimer)

Masanton tidak mengetahui dengan baik mengenai kenyataan. Siapa ia sebenarnya. Sembilan tahun yang ia lewati sebelum bertemu dengan Mario dan Klevin tak jelas tertangkap dalam ingatan. Satu-satunya yang ia ingat hanyalah nama itu. Masanton. Sejak ia mengucapkannya sebagai namanya. Sejak itu juga identitasnya sebagai seorang Masanton dimulai.

Terdapat banyak bekas luka di tubuhnya. Luka memanjang. Luka tusukan. Luka sayatan. Luka terbakar. Bahkan luka bekas tembakan peluru. Namun, tak semua luka merupakan perbuatannya sendiri. Ia tidak mengingat dengan baik bagaimana luka-luka itu bisa bersarang di tubuhnya. Satu yang ia ingat pasti: penyebabnya mengenakan eyepatch bukanlah karena hal yang ia lakukan sendiri.

"Masanton, tolong tentukan hasil dari transformasi laplace dari e menuju ax!" perintah guru menyadarkannya dari lamunan. Sepanjang pelajaran pikirannya berterbangan ke mana-mana.

"1/(p-a)," jawab Masanton cepat.

Seorang siswi memperhatikannya. Wajahnya yang jelita dengan mata bulat dan bola mata bening semakin bersinar melihat pemuda itu. Marshanne. Biasa dipanggil Marsha. Siswi paling terkenal di SMA Bina Bangsa. Entah karena kecantikan wajahnya. Perilaku terpujinya. Kecerdasannya. Prestasinya. Atau kiprahnya yang membanggakan dalam beberapa ekskul yang ia ikuti seperti KIR dan seni tari.

Ia terkenal karena ia nyaris sempurna. Bagai sosok penjelmaan seorang dewi purnama.

Lihat selengkapnya