Aegis of Us

Arslan Cealach
Chapter #9

Pertemuan Kembali

Di beberapa sekolah mungkin ada yang namanya anak badung. Hanya di beberapanya lagi bisa jadi ada yang tampak tidak ada. Seperti pacar Marsha. Ia juga merupakan siswa di SMA Bina Bangsa. Berandal banget. Cuma ngumpet-ngumpet. Jadi, tidak ada yang tau siapa dia sebenarnya kalau sudah melepas seragam. Penampilannya saat tengah menjadi preman dan menjadi pelajar sangatlah berbeda.

Jika di sekolah ia adalah anak alim. Seragam rapi, rambut klimis, sepatu pantofel, tingkah laku penuh sopan santun. Jika di luar ia akan menggunakan kaos oblong dan celana sobek-sobek. Rambut berantakan. Menggunakan piercing. Tampang gahar. Ke mana-mana bawa pisau lipat. Sering tawuran pula.

Ia sangat pandai menyembunyikan dirinya yang sesungguhnya. Apalagi ia adalah satu dari sepuluh orang siswa SMP pilihan yang mampu mendapatkan beasiswa dari yayasan Bina Pendidikan Internasional. Sama seperti Masanton.

Suatu sore sepulang sekolah. Masanton keluar kelas paling terakhir karena malas berdesak-desakan dengan anak lain. Klevin juga sudah bilang ia akan pulang terlambat karena ingin latihan judo di gedung olahraga sekolah. Seorang anak menghampirinya. Memberi tahu Marsha ingin bertemu. Intuisinya berpikir, kalau memang Marsha kenapa harus menyuruh orang lain? Apalagi Marsha terlihat sedang asyik mengobrol dengan beberapa temannya di lapangan.

Karena tak suka curigaan akhirnya Masanton menurut saja.

Sampai di tempat pembuangan sampah yang sepi dan tanpa kamera pengawas. Perasaannya mulai was-was. Mengamati sekitar dengan teliti.

Anak kelas sebelah yang membawanya menyeringai tajam. "Nggak gue sangka lo bego juga," ucapnya.

Lihat selengkapnya