Blurb
Apa yang lebih mengerikan dari pulang dengan tangan berlumuran darah dan ingatan yang kosong?
Melihat kedua orang tuamu tersenyum, menyodorkan cairan pemutih, dan berbisik, "Biar kami bersihkan."
Di dalam rumah kaca keluarga elit ini, reputasi adalah segalanya. Pembunuhan bukanlah tragedi, melainkan sekadar noda yang harus dihilangkan. Namun, ketika mayat teman sekolahnya ditemukan, Camellia mulai dihantui paranoia mematikan: Apakah ia benar-benar seorang pembunuh, atau ia sedang dikurung bersama psikopat yang memanggilnya "Anakku"?