Blurb
"Pulang adalah perjalanan paling mematikan yang pernah ditempuh Bentang."
Di dunia di mana air lebih berharga dari nyawa, Bentang mencari surga yang hilang. Ia dipandu oleh bintang, dilindungi oleh seorang pria yang ia benci, dan diberi makan oleh daging mereka yang telah tiada.
Saat ia akhirnya mengingat siapa dirinya dan dari mana benih itu berasal, Bentang sadar bahwa rumah bukanlah tempat yang ia temukan, melainkan tempat yang ia perjuangkan. Di kaki Gunung Batu, di tengah kepungan api Dewan yang ingin memonopoli kesuburan, Bentang berhenti berlari. Ia tidak lagi mencari rumah—ia akan menanamnya di sini, meski harus dibayar dengan abu dan air mata.