Ai-Mouto

Diva Amane
Chapter #45

Bunga Sakura Buatan dan Program Simulasi

Pukul 15.30 sore.

Matahari masih cukup tinggi ketika ruang tamu rumah mereka tiba-tiba berubah menjadi tempat yang jauh lebih indah daripada seharusnya.

Semuanya berawal dari suara Ai-Mouto.

“Protokol hiburan domestik akan dijalankan.”

Ren yang sedang berbaring di sofa mengangkat kepala.

“Hah?”

Rin yang duduk di meja ruang tamu sambil membaca sesuatu juga berhenti membalik halaman.

“Protokol apa?”

Ai-Mouto berdiri di dekat tangga.

“Protokol Hiburan Domestik.”

Rin menutup bukunya sedikit.

“Aku tidak pernah membuat program itu.”

“Modul tersebut dibuat sebagai pengembangan mandiri berdasarkan preferensi rekreasi penghuni rumah.”

Rin mengernyit.

“Pengembangan mandiri?”

“Ya.”

Ren langsung tersenyum.

“Wah. Sekarang dia mulai punya ide sendiri.”

Rin menoleh.

“Jangan senang dulu. Kalau ruang tamu rusak, kamu yang bersihkan.”

Ren bangkit dari sofa.

“Memangnya dia mau ngapain?”

Ai-Mouto tidak menjawab.

Ia hanya berjalan menuju tangga.

Beberapa detik kemudian, tubuhnya menghilang ke lantai dua.

Ren dan Rin saling pandang.

“Apa yang dia lakukan?” tanya Ren.

“Entahlah.”

Rin kembali membuka bukunya.

“Tapi kalau ada suara aneh, kita turun.”

“Kok dari tadi kamu lebih mengerti dia daripada aku?”

Rin mendengus.

“Karena aku yang membuatnya.”

Ren tersenyum.

“Benar juga.”

Beberapa detik berlalu.

Kemudian terdengar suara mekanis kecil dari lantai dua.

Klik.

Klik.

Lalu suara kipas.

Rin perlahan menurunkan bukunya.

“…”

Ren menatap ke atas.

“Apa itu?”

“Aku tidak tahu.”

“Katanya kamu yang bikin.”

“Aku tidak selalu tahu semua yang dia kerjakan.”

Suara kipas semakin jelas.

Kemudian—

sesuatu jatuh dari tangga.

Satu potongan kecil kertas.

Ren mengambilnya.

“Ini apa?”

Kertas berwarna merah muda.

Bentuknya seperti kelopak kecil.

Rin menatap.

“…”

Kemudian dari lantai dua terdengar suara lebih banyak.

Ffffshhh—

Ren mendongak.

Dan tiba-tiba ribuan potongan kertas merah muda mulai jatuh dari lantai dua.

Seperti hujan.

Potongan-potongan itu berputar ketika turun.

Beberapa masih jatuh lurus.

Yang lain diterbangkan ke samping.

Rin langsung berdiri.

“Apa—”

Kipas angin di ruang tengah menyala otomatis.

Hembusannya bergerak ke arah tangga.

Potongan kertas yang jatuh langsung terangkat.

Alih-alih jatuh begitu saja, semuanya berputar di udara.

Melayang.

Berbelok.

Kemudian turun perlahan seperti kelopak bunga.

Ren terdiam.

Ruang tamu yang biasanya sederhana berubah seketika.

Lantai mulai dipenuhi warna merah muda.

Cahaya sore dari jendela membuat potongan-potongan itu tampak seperti kelopak sakura sungguhan.

Pendingin udara ikut berubah arah hembusan.

Tidak terlalu kuat.

Hanya cukup untuk menciptakan arus udara melingkar.

Potongan kertas berputar di tengah ruangan.

Naik.

Melingkar.

Kemudian turun.

Ren tersenyum lebar.

“Wow…”

Rin berdiri di tangga.

Ia menatap pemandangan itu tanpa suara.

Ai-Mouto muncul dari lantai atas.

“Simulasi bunga sakura berhasil.”

Ren menoleh.

“Kamu yang bikin semua ini?”

“Ya.”

Rin akhirnya turun beberapa anak tangga.

“Kamu memotong semua kertas itu sendiri?”

“Ya.”

“Berapa banyak?”

“3.240 potongan.”

Rin berhenti.

“3.240?”

Lihat selengkapnya