AIMER - The Night Watcher

Hazsef
Chapter #17

Serbuk Putih

[22 September 2025] Kantor Kepolisian Setempat, Kota Malren – 16:05 WIB

Cahaya senja keemasan perlahan merayap masuk, memenuhi suasana ruangan Inspektur Ebert yang terasa berat, seberat topik pembicaraan yang sedang berlangsung antara dirinya dengan Dokter Filozeki.

“Apa?! 10 kali lipat?! Lebih kuat dari valium?!” mata Inspektur Ebert membelalak. Fakta medis itu menghantam nalarnya, sangat kontras dengan Dokter Filozeki yang justru mengangguk tenang.

“Benar. Obat ini memicu amnesia sementara, relaksasi otot total, dan perlambatan respons psikomotorik secara drastis. Reaksinya mulai bekerja dalam 20 hingga 30 menit. Ini adalah senjata kimia paling efektif untuk melumpuhkan seseorang selama 8 hingga 12 jam.”

Dokter itu menjeda sejenak, membiarkan informasi itu meresap, sebelum melanjutkan dengan nada analitis.

“Sebagai catatan, Inspektur. Meski kelima sampel obat yang saya tunjukkan tadi memiliki struktur kimia berbeda, namun mereka memiliki satu penyebut yang sama: ‘Depresan Sistem Saraf Pusat’. Dengan kata lain ...,”

“Si peracik itu sengaja mencampurnya untuk satu tujuan mutlak.”

“Ah, mungkinkah ....” Mata Inspektur Ebert melebar pelan.

“Ya. Mematikan kesadaran tanpa membunuh,” pungkas Dokter Filozeki sambil mengangguk pelan.

Suasana hening sesaat. Dalam gerakan pelan, Inspektur Ebert mulai menyandarkan punggungnya di kursi kantor yang nyaman itu, sementara otaknya kewalahan memikirkan sesuatu.

“Obat bius sekuat itu? Tapi, untuk apa? Dan ... siapa pelakunya?”

Inspektur Ebert coba menebak-nebak sosok genius di balik layar yang sedang dibicarakan.

“Melihat dari polanya—bagaimana para buronan ini jatuh, tertimpa benda, dan pingsan dengan gejala klinis yang identik—maka, hanya ada satu kesimpulan,” tatapan Dokter Filozeki tiba-tiba menajam, mengunci mata Inspektur Ebert.

“Dalangnya ... adalah satu orang yang sama,” simpulnya.

Lihat selengkapnya