AIMER - The Night Watcher

Hazsef
Chapter #18

AIMER

[22 September 2025] Kantor Kepolisian Setempat, Kota Malren – 16:35 WIB

Pengungkapan zat misterius yang bersembunyi di balik barang bukti itu mengubah atmosfer ruangan. Fakta ini bukan sekadar temuan medis, melainkan bukti betapa dalam dan mengerikannya cara berpikir "sosok misterius" yang menjadi dalang di balik rentetan kasus ini.

Percakapan intens antara Kepala Forensik dan Kepala Kepolisian itu pun berlanjut ke titik krusial.

“Sesuatu yang menarik? Apa itu, Dok?” tanya Inspektur Ebert, tubuhnya condong ke depan.

“Hal ini mungkin terdengar asing untuk umum, namun cukup akrab di telinga para medis. Mari kita sebut saja dia ... serbuk putih,” jawab Dokter Filozeki. Nadanya rendah, penuh teka-teki.

“Serbuk putih?”

Mata Inspektur Ebert menyipit. Otaknya memutar berbagai kemungkinan visual. Tepung? Gula halus? Tapi ia segera menepis pikiran polos itu. Ini adalah pembicaraan kriminal. Serbuk putih di sini pasti merujuk pada zat kimia berbahaya.

“Ya. Meski hanya serpihan kecil, namun jejaknya masih tertinggal di serat pakaian tersangka,” ungkap Dokter Filozeki.

“Jadi, apa sebenarnya 'serbuk putih' itu, Dok? Narkoba?” tanya Inspektur Ebert, mencoba menebak.

Dokter Filozeki menggeleng pelan. “Itu adalah pil Rohypnol dosis tinggi yang telah dihaluskan. Sifatnya ringan, hampir seperti aerosol. Jika tertiup angin sedikit saja, ia akan bertebaran halus di udara dan tak kasat mata.”

Dokter muda itu memberi jeda sejenak untuk memberi penekanan, lalu melanjutkan.

“Ketika butiran serbuk-serbuk ini terhirup, ia akan langsung masuk ke sistem pernapasan, menyerap ke dalam aliran darah, dan menekan sistem saraf pusat secara instan,”

“Lalu, saat efeknya menyebar ke seluruh jaringan tubuh ... Boom! Target pingsan total, dan permainan ini pun berakhir,” pungkasnya.

“Jadi begitu ....”

Inspektur Ebert mengangguk pelan. Ia terdiam sejenak, mencoba mencerna skenario—yang tampak sederhana namun cukup rumit—itu, agar dapat berhasil tanpa terdeteksi.

“Tapi, untuk bisa melakukan semua itu, dan membuat semua rencana ini bekerja, bukankah ....”

“Ya. Dibutuhkan adanya persiapan yang matang dan waktu yang tidak sedikit, untuk membuat jebakan sederhana dengan kalkulasi yang sangat akurat,” Dokter Filozeki meluruskan.

“Di samping itu, ia harus memprediksi pergerakan si 'target', atau menggiringnya masuk dalam jangkauan perangkapnya. Dalam hal ini, sepertinya ia menggunakan petugas kepolisian sebagai penggiring yang sempurna dalam rencananya,” duganya kuat.

“Selain itu, ia tidak sembarangan memilih karung semen yang berat hanya untuk melumpuhkan targetnya. Itu hanya sekadar alat pendukung agar efek obatnya dapat benar-benar bekerja secara optimal,” imbuhnya.

“Hah? Maksudnya, Dok?” tanya Inspektur Ebert bingung, sementara Gunto dan Karjo hanya saling pandang dengan alis mengerut.

Lihat selengkapnya