[15 November 2025] Lab. Biologi – 14:52 WIB
Usai mendengar keterangan Fatimah, Basel, Pak Anva dan Bu Rina, langsung melakukan penyelidikan. Menurut Fatimah, saksi kunci dalam kejadian tersebut, Ratih pingsan setelah mengonsumsi bunga lavendel yang diambilnya dari ruang Laboratorium Biologi.
Tanpa basa-basi, Pak Anva dan Bu Rina pun segera pergi menuju ke lokasi yang dimaksud. Basel yang masih menempelkan botol air dingin di dahinya ikut melangkah, tetap dalam mode “mendinginkan kepala” akibat rentetan cerita Fatimah yang tak berkesudahan.
Sesampainya di lab, ketiganya lalu mulai mencari kotak berkode 602-A. Tak lama kemudian, Pak Anva akhirnya berhasil menemukan kotak yang mereka cari.
“Kotak 602-A, bunga ungu ... Ah! Yang ini bukan?” kata Pak Anva memastikan, sambil menunjukkan kotak plastik transparan berisi bunga ungu misterius pada Basel. Pada salah satu sisinya, tertempel secarik kertas kecil yang diisolasi dan bertuliskan kode 602-A.
Sejenak, Pak Anva kembali teringat penjelasan Fatimah sebelumnya, terkait lokasi di mana mereka menyimpan sisa bunga lavendel tersebut.
“Jadi gini Pak, tadi kami niatnya buat tantangan gitu, trus yang kalah harus bayarin ‘separuh’ dari makanan yang kami pesan,” ujar Fatimah menjelaskan, terkait asal muasal terjadinya insiden pingsannya Ratih.
“Kalian makan berdua?” tanya Pak Anva penasaran.
“Iya, Pak.” Jawab Fatimah polos. Sepertinya, ia masih tidak mengerti betapa menusuknya kata-katanya yang lembut tersebut. Bahkan, sedikitpun ia tak merasa aneh.
“Asem! Terus apa bedanya coba? Matematika lulus kagak?” gumam Pak Anva kesal, menyadari penjelasan si Fatimah yang sebenarnya hanya mendaur ulang kalimatnya.
“Terus pas mau bayar, temen saya ini, badannya pada bentol-bentol karena digigit nyamuk. Karena kesal, abis itu dia buat usul buat makan bunga lavendel supaya nggak digigit nyamuk lagi,” tuturnya melanjutkan.
“Tapi setelah dimakan, sekitar setengah jam setelahnya, baru temen saya merasa lemes, terus sempet sesak nafas juga. Karena khawatir, makannya saya mau anterin dia ke UKS. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba dianya ambruk, terus pingsan, Pak.” ungkapnya cukup runtut.