AIMER - The Night Watcher

Hazsef
Chapter #37

Rahasia Kecil

Seiring berakhirnya percakapan intens antara Pak Anva dan Basel, suasana di tepian danau perlahan kembali tenang. Angin sore berembus pelan, menggoyangkan permukaan air Danau Pina yang memantulkan cahaya jingga keemasan.

Dari balik batang pohon, Ayana akhirnya mulai memahami, bahwa lelaki yang selama ini ia kenal—santai, sarkastik, dan tampak tak peduli—ternyata tidak sesederhana yang ia kira.

Tak lama, ponsel Pak Anva berdering. Nama Bu Rina tertera di layar. Ia pun langsung mengangkat teleponnya.

“Iya, halo, Bu! Ada apa ya?” jawab Pak Anva sambil berdiri. “Ah, makan malam? Oh, iya, maaf! Saya kelupaan.”

“Ya, kalau begitu saya balik sekarang. Assalamu'alaikum!” panggilan itu pun berakhir.

Kemudian, Pak Anva menoleh. “Bas, kita balik sekarang!” ajaknya singkat.

“Iya, Pak,” angguk Basel.

Dari jauh, Ayana melihat kesempatan itu. Ia menarik napas pendek, lalu keluar dari persembunyiannya, tepat ketika Basel dan Pak Anva berbalik.

“Aya?” sapa Basel kaget.

“Bas …” jawab Ayana lirih.

Pak Anva mengamati gadis itu sekilas. “Loh, Aya? Kok kamu sendirian? Yang lain mana?” tanyanya penasaran.

“Oh, i-itu ... yang lain pada nunggu di penginapan, Pak!” jawab Ayana cepat.

“Tadi Bu Rina nyuruh saya manggil Pak Anva buat persiapan makan malam. Sekalian entar mau ngomongin rencana besok,” dalihnya.

“Oh, iya. Ini saya juga mau balik. Udah mau magrib soalnya,” kata Pak Anva. Namun sebelum mereka melangkah, sebuah mobil jip hitam berhenti tak jauh dari mereka.

“Eh, Pak Anva!” sapa sopir jip itu.

“Loh, Pak Asep? Pada mau ke mana ini?” Pak Anva balik menyapa salah seorang pengurus tempat sewa jip yang mereka tumpangi.

“Oh iya, tenda tambahan sama P3K yang Bapak request tadi siang, sudah sampai di balai desa. Mari ikut kami menemui Pak Kades. Kalau ada keperluan lain, bisa langsung Bapak sampaikan sendiri. Gimana?” tutur Pak Asep ramah.

Lihat selengkapnya