[26 November 2025] Universitas - 10:15 WIB
Setelah diskusi kemarin, Ayana, Basel, dan Della, akhirnya bertemu di kampus untuk mengeksekusi rencana mereka—kejutan kecil perayaan ulang tahun Diana—hari ini.
“Bas!” sapa Ayana.
Basel pun menoleh.
“Maaf nih, aku telat!” ucap gadis itu.
“Nggak papa, aku juga barusan dateng kok!” balas Basel santai.
“Oh, baguslah kalo gitu. Hehe,” ujar Ayana, kembali riang.
“Loh, kok sendirian, Ay? Della mana?”
Basel heran. Karena biasanya, dua gadis itu sudah seperti satu paket yang tak terpisahkan.
“Itu ... Della lagi sama Shinta, ngajakin si Ana ngobrol sama yang lain,” dalih Ayana, matanya melirik ke samping. Menyembunyikan fakta bahwa Della memang sengaja tidak ikut, supaya Ayana bisa berduaan dengan Basel.
“Oh, gitu,” respons Basel datar.
“Ya udah, Bas, kita ambil kuenya sekarang yuk! Sekalian belanja yang lain,” ajak Ayana tampak semringah.
“Kuy!” angguk Basel setuju.
[26 November 2025] Toko Boneka - 10:35 WIB
Basel dan Ayana akhirnya pergi ke toko boneka. Siapa tahu, ada hal menarik yang bisa dijadikan hadiah di sana.
“Bas, lihat nih! Bonekanya lucu-lucu ya?”
Ayana tampak antusias menunjuk deretan boneka hewan di rak display. Matanya berbinar, senyumnya lebar.
Basel pun turut senang, lalu mulai berkomentar, “Hmm ... nggak nyangka ya, ternyata kamu punya sisi feminim juga,” ucapnya blakblakan.
“Hah?! Kamu bilang apa barusan?” tegas Ayana, matanya melotot tajam ke Basel, seolah ingin melumatnya bulat-bulat.
“Oh, i-itu ... bonekanya feminim. Betul nggak?” ralatnya buru-buru, sembari menunjuk boneka beruang lucu di depannya.
“Oh! Iya nih, Bas. Kayak siapa coba?” tanya Ayana dengan nada menggoda. Senyumnya kembali merekah.
“Kayak ... beruang?” jawab Basel sekenanya.
Ayana menggeleng pelan, lalu membenarkan, “Kayak acyuu … xixixi,” candanya sedikit narsis.
Sontak, Basel pun terdiam. Ia terpana. Refleks, tangannya mengusap dagu.
“Dipikir-pikir ... iya juga ya,” angguknya.
“Aww~maacih .…”
Ayana tersipu. Kedua tangannya menutupi senyum di bibirnya. Hatinya serasa terbang, sebelum akhirnya jatuh dalam sekejap mata.
“Sama-sama garing, AHAHA!”
Basel terkekeh puas, sementara Ayana langsung cemberut. Ia lalu melampiaskan kekesalannya dengan mencubit gemas pipi Basel.
“Aw—awh, ah! A-ampun, Ay! Ampun!” erangnya tampak kuwalahan..
Setelah itu, Ayana—yang sewot—langsung berbalik, lalu berjalan meninggalkan Basel. Sedangkan Basel—menggeleng sambil tersenyum maklum—dengan santai berbalik dan berjalan meninggalkan Ayana.
Namun baru mengambil beberapa langkah, tiba-tiba Ayana langsung balik badan. Ia menghampiri dan menjewer Basel, lalu menariknya agar ia tidak pergi kemana-mana.
Meskipun kesal, ironisnya Ayana tetap tak ingin berpisah dengan Basel. Entah ia sadar atau tidak, tindakannya itu justru seakan menampilkan adegan pertengkaran pasangan muda yang cukup menghibur.
[26 November 2025] Pusat Perbelanjaan - 11:12 WIB
Perjalanan mereka pun kemudian berlanjut ke kawasan yang menyediakan aneka barang yang lebih beragam.
“Eh, Bas! Liat tuh! Ada toko-toko aksesoris baru! Kita ke sana bentar yuk!” ajak Ayana antusias. Ia menunjuk ke toko elektronik baru di lantai 3 pusat perbelanjaan.
“Lah, Ay? Trus kuenya gimana?” tanya Basel mengingatkan.
“Udah—bentar aja kok!” jawab Ayana ngotot. Tanpa ragu menarik erat tangan Basel untuk berjalan masuk.
“Alamak ....”