[31 Desember 2025] Taman Hiburan Kota Bain - 9:22 WIB
Taman hiburan terbesar di Kota Bain, yang menjadi tempat kencan pertama mereka, adalah lokasi yang sempurna untuk menghabiskan waktu dan bersenang-senang bersama.
Segera setelah mereka mengantre tiket dan masuk melewati petugas penjaga, aroma popcorn yang manis langsung menghiasi udara, bercampur dengan jeritan kegembiraan dan tawa riang anak-anak.
Tepat di penghujung mata, wahana roller coaster menjulang tinggi. Seketika mencuri perhatian seorang gadis cantik yang matanya berbinar-binar.
“Bas! Kita naik itu dulu, ya? Ya, ya, ya?” ajak Ayana antusias. Tangannya mengguncang-guncang lengan Basel, seperti anak kecil yang minta ditemani bermain. Namun, Basel justru merasa sebaliknya.
Itu … ditawarin ke pasien yang lagi masa pemulihan? Seriusan?!
Pemuda itu menelan ludah, mengingat rasa nyeri yang kadang masih terasa di tulang rusuknya. “Itu ... bukannya terlalu ekstrem buat orang yang baru sembuh ya?” ujarnya tampak keberatan.
Ayana pun terdiam sesaat. Otaknya masih memroses perkataan Basel, sebelum ia menangkap satu gestur kecil yang terus berulang. Terkadang, Basel sesekali memegangi rusuk kanannya sambil merapatkan bibir.
“Eh? Oh iya! Maaf ya, Bas. Aku lupa kalau kamu belum pulih total,” ucapnya tampak sungkan.
“Ahaha, tolong jangan sampek lupa,” balas Basel sambil terkekeh formal. “Please …” ucapnya langsung memelas.
“Hehe, iya …” Ayana pun ikut terkekeh kecil. Tak lama, pandangannya beralih ke sebuah mesin japit yang menawarkan ragam boneka lucu.
“Eh! Main kita ke sana yuk! Aku pengen nyoba main itu!” Ayana menunjuk ke arah zona permainan indoor yang dipenuhi cahaya neon.
Basel pun tersenyum lega. Ide itu jauh lebih baik. “Yakin? Jangan nangis ntar kalo nggak dapet apa-apa,” godanya ringan.
“Udah, kamu temenin aku aja! Liat siapa yang nangis ntar,” balas Ayana sedikit cemberut, lalu menarik Basel mendekati mesin itu. Hanya helaan napas dan kepasrahan yang tergambar di wajah pemuda itu.
Mereka menghabiskan waktu cukup lama di sana. Ayana mencoba berkali-kali—tertawa geli tiap kali gagal—hingga bersorak kecil saat berhasil mendapatkan boneka kucing kecil yang lucu.
Setelahnya, barulah mereka lanjut ke wahana yang lebih santai. Tawa riang kedua sejoli muda itu pecah saat menaiki kursi ayunan putar, hingga perlahan mengukir senyum di wajah pengunjung lain di sekitarnya.
Selanjutnya, perahu kayuh di danau buatan menjadi saksi atas romansa keduanya. Basel mengayuh pelan, memastikan tubuhnya tidak terlalu terbebani. Sementara Ayana sibuk menunjuk angsa-angsa putih yang tampak menawan.
Ayana tersenyum, tertawa lepas, dan matanya berbinar tiap kali mereka mencoba permainan baru. Pada momen itu, Basel merasakan kehangatan yang asing, namun terasa nyaman.
Ini adalah kencan pertama yang terasa bagaikan mimpi indah. Membuat semua rasa sakit di sekujur tubuh Basel, seolah hanya sekadar ilusi. Kedekatan keduanya … seakan membuat dunia hanya milik mereka seorang.
[31 Desember 2025] Taman Hiburan Kota Bain - 22:05 WIB
Tak terasa, waktu berputar begitu cepat. Langit seakan menutup mata, namun keramaian di tempat itu justru semakin memuncak. Lampu-lampu warna-warni menyala, menerangi setiap sudut. Alunan musik syahdu mulai berganti menjadi irama upbeat yang mengundang orang untuk merayakan.