AIMER - The Night Watcher

Hazsef
Chapter #47

Bayangan Masa Lalu

[23 November 2025] Teras Luar Lab Kimia - 16:15 WIB

Tak terasa, momen bersuka ria Basel bersama Pak Anva dan teman-temannya—dalam pesta kecil-kecilan di ruang lab—akhirnya berakhir. Satu per satu dari mereka meninggalkan ruangan itu.

Basel menjadi yang terakhir keluar. Ia menutup pintu lab dan hendak pulang. Namun baru saja ia mengeluarkan kunci dari sakunya, tiba-tiba Ayana datang menghampiri.

“Bas,” sapanya ramah.

Basel pun menoleh. Tangannya masih menempel di gagang pintu, seakan masih ada urusan yang belum selesai.

“Eh, Aya. Belum pulang?” tanyanya basa-basi. Tatapannya lalu beralih ke gagang pintu.

“Belum.”

Gadis itu menggeleng ringan, sementara Basel lanjut memutar lubang kunci. Ketika suara “Klek!” berbunyi, barulah Ayana kembali membuka mulut.

“Oh iya, kamis besok kamu ada waktu nggak?” tanyanya memastikan.

“Kamis?” Basel menoleh. Alisnya naik, matanya sempat melirik ke atas, sebelum melanjutkan. “Kayaknya nggak tuh. Kenapa?” tanyanya.

“Jadi gini ... bentar lagi kan si Diana ultah. Nah, besok lusa tuh aku mau nyari kado, sama pesen kue buat dia,” tutur Ayana, membeberkan rencananya.

“Oke. Terus?” tanya Basel masih tak paham.

“Kamu ... t-temenin aku lah, Bas. Ya? Please ....” Ayana pun memelas, meski di awal sedikit tampak grogi.

Basel menghela napas pelan, lalu menjawab, “Ya udah. Ntar aku temenin.”

“Yey! Makasih, Bas!”

Ayana menyambut keputusan itu dengan senyum lebar. Tangannya mengepal gemas, diangkat setinggi dada.

“Kuenya ... emang mau pesen di mana?” tanya Basel.

“Kita ke kafe dulu bentar, diskusi buat nentuin kadonya. Baru besoknya kita bikin surprise!” jawab Ayana antusias.

“Oh. Kafe yang mana?” tanya Basel memastikan.

“Yang deket pusat perbelanjaan itu ... yang ada gambar semanggi daun 4. Kamu tahu kan?” jawab Ayana cukup deskriptif.

“Oh iya, tahu. Besok mau langsung ke lokasi apa gimana?” angguk Basel mengerti, lalu kembali bertanya.

“Langsung lokasi aja kali ya, Bas?” jawab Ayana sekenanya.

“Boleh. Ketemuan jam berapa?” tanya Basel kembali memastikan.

“Jam 9-an,” jawab Ayana singkat.

“Ok dah! Toh ya masih lusa, hehe …” timpa Basel santai.

“Jangan sampek kelupaan kamu!” tegurnya mengingatkan.

Lihat selengkapnya