AIR MATA MAMAK DISUJUD TERAKHIR

hadi wiyono
Chapter #7

Wanita Itu

BAB enam – wanita itu


...Kenalilah siapa temanmu, siapa orang yang dekat denganmu.

Jangan sampai mereka menjerumuskanmu...


Dari kejauhan ternampak sebuah mobil mewah berwarna perak berhenti di sebuah rumah di pertigaan, tak jauh dari ujung gang rumah Mamak. Mobil mewah berharga hampir satu miliar itu masuk ke dalam sebuah rumah kosong. Rumah yang sudah lama tak berpenghuni. Seringnya terdengar gosip-gosip nyeleneh tentang rumah itu. Beberapa orang melihat penampakan wanita tua sedang menyisir rambutnya. Padahal sudah lebih dari tiga tahun rumah itu kosong tak pernah ditinggali. Bahkan tidak berfunitur satu pun. Berdebu. Dan ditumbuhi ilalang tinggi di halaman depan, samping dan belakang.

Rumah itu selalu dalam keadaan tergembok pagarnya. Lantas kenapa ada sebuah mobil masuk ke dalam. Tetapi tidak ada yang tahu siapa penumpang yang keluar dari dalam mobil itu. Raka terhipnotis dengan kedatangan mobil mewah yang masuk ke dalam rumah tak berpenghuni itu. Janggal.       

Selagi Raka tidak berkedip melihat mobil di dalam rumah itu. Seorang wanita keluar dari dalam rumah. Ditemani supir pribadinya. Wanita tua itu berjalan mendekati Raka.

“Dik, rumah Ketua RT-nya di mana ya?” tanya wanita itu, suaranya lembut sekali hampir tak terdengar.

Raka masih diam termangu. Tak berkedip memerhatikan wanita itu dari atas hingga ke ujung kaki. Ia mendesis dalam hati. Wanita ini sudah menginjak usia senja, tetapi masih terlihat cantik.

“Dik...” wanita tua itu melambaikan tangannya di depan wajah Raka.

Tersentak sadar, Raka tersenyum. “Iya, bu, ada apa?”

“Bisa antarkan saya ke rumah Ketua RT?”

Raka menyanggupinya. Ia menuntun jalan ke rumah tersebut. Berjarak hanya sekitar tujuh puluh meter dari rumah kosong itu. Di rumah Ketua RT yag juga sempat tertegun pula dengan kecantikannya, wanita tua itu memperkenalkan diri. Ternyata bernama Bu Ratri. Ia mengatakan akan menempati rumah itu, seorang diri. Bu Ratri juga mengatakan akan ada beberapa pekerja yang akan membersihkan rumahnya. Kemungkinan rumah tersebut akan ia jadikan rumah kos.

“Baik, Bu Ratri. Saya hanya meminta, untuk tertib bekerja dan menjaga kebersihan lingkungan. Dan saya mohon tidak menimbulkan keberisikan di wilayah ini.”

Bu Ratri mengerti himbauan Ketua RT. Ia berjanji akan menghindari kegaduhan selama proses pembersihan rumah. Raka yang mendengar dari luar bergegas berjalan sedikit menjauh ketika wanita itu keluar. Sampai Bu Ratri bersama supirnya mendekat, Raka keluar dari persembunyiannya.

“Maaf, Bu. Saya sempat dengar pembicaraan Ibu tadi. Apa Ibu membutuh pekerja, kebetulan saya sedang butuh pekerjaan. Mungkin saya bisa bersih-bersih di rumah Ibu.”

“Nama kamu siapa?”

Lihat selengkapnya