Air Susu dan Air Mata

Savana Radiani
Chapter #1

Hamil

Surabaya, Agustus 2018

Talia terhenyak. Bersandar pasrah pada dinding toilet. Bergetar tangannya memegang Test Pack yang menunjukkan garis dua, ia positif hamil. 

Sekarang bagaimana?

Perlahan Talia keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju tempat tidurnya. Berkelabat berbagai pikiran dalam kepalanya. Apa yang harus kulakukan? Menggugurkan atau menerima janin ini?

Masih bisa, jika ia ingin menggugurkannya. Janin di dalam perutnya mungkin baru berusia satu atau dua bulan, masih terbilang kecil. Tiga bulan lalu Talia masih mengalami menstruasi, ia dapat memastikan hal itu.

Ini bukan kira-kira lagi. Barusan adalah hasil test ketiga yang Talia lakukan. Kemarin dan kemarin dulu, ia melakukan tes dan masih mengira-ngira kalau hasil test-nya salah. Sekarang ia dapat memastikan, ia tidak salah cek. Benar, ada garis dua.

“Cek saja, supaya tidak menerka-nerka.” Talia teringat ucapan pacarnya seminggu yang lalu, dengan entengnya.

Talia cukup tahu, pacarnya tidak peduli. Talia hamil atau tidak bukan urusannya, yang jelas "Ia belum siap jadi Ayah", katanya ketika Talia memberitahu soal dirinya yang terlambat datang bulan.

Kejam memang, tetapi Talia menyadari ia juga salah ketika melakukan hubungan itu tanpa pikir panjang. Talia baru menyadari akibat dari perbuatannya sekarang dan segalanya sudah terlambat. Kata orang, “Nasi sudah jadi Bubur”.

Di atas meja, kini terdapat tiga strip test pack. Disusun berjejer, hasil cek selama tiga hari berturut-turut dan semuanya menunjukkan hasil positif. Talia memfotonya kemudian ia kirim foto tersebut ke pacarnya melalui pesan di aplikasi Whatsapp.

Tak berselang lama, muncul balasan dari sang pacar.

“Aku belum siap jadi Ayah, kamu tahu itu. Aku akan bantu kalau kamu mau menggugurkannya, tetapi aku tidak terlibat jika kamu mau merawatnya.”

Lihat selengkapnya