Bersama Elsa segalanya menjadi lebih mudah. Mereka sibuk tetapi penuh gairah dan semangat baru. Energi yang lama tersimpan, seperti dibangkitkan kembali dengan versi terbaru.
Toko kue milik Talia dan Elsa, diberi nama "Toko Kue Pelangi". Berjalan lancar dan selalu kebanjiran pembeli. Baru enam bulan dibuka, tetapi sudah memiliki banyak pelanggan tetap. Ada yang langsung mampir membeli di toko, ada pula yang memesan dalam jumlah banyak untuk keperluan acara tertentu.
Talia dan Elsa tidak pernah menyebarkan iklan, akan tetapi informasi yang tersebar dari mulut ke mulut rupanya adalah iklan nomor satu dan paling terpercaya.
Mereka sampai merekrut dua karyawan baru lagi, karena harus menyesuaikan dengan waktu dan beban kerja.
Kepercayaan dan kepuasan pelanggan selalu menjadi prioritas utama yang akan diusahakan sepenuh hati. Menghasilkan produk bercita rasa tinggi adalah harapan mereka, sebagai kombinasi dari rasa lezat, aroma harum, tekstur lembut dan renyah serta tampilan produk yang menarik.
Pelayanan yang ramah juga diupayakan, tak lupa pula untuk terbuka dengan berbagai saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pelanggan mereka.
Pendapatan mereka dari toko kue, sudah lebih dari cukup untuk membayar kredit yang telah mereka ambil di Bank.
Pemasukan setiap bulannya setelah dikurangi pengeluaran untuk belanja bahan dan perlengkapan pembuatan kue, dikurangi gaji pegawai, biaya listrik dan air juga biaya pemeliharaan berbagai peralatan pembuatan kue masih lumayan banyak dan kemudian masuk ke kantong pribadi Talia dan Elsa secara merata sama banyak.
Mereka sudah bisa menabung dalam jumlah yang lumayan.
Ben mendukung penuh kegiatan-kegiatan Talia juga mimpi dan harapan-harapan istrinya itu.
Mimpi Talia untuk memiliki bangunan sendiri dan tidak menyewa ruko lagi, mimpi untuk membangun salah satu cabang toko mereka di kabupaten tetangga, mimpi-mimpi itu ibarat bensin yang membakar semangat Talia untuk terus berkarya lebih baik setiap harinya.
Ben mau berbagi peran dengan Talia dalam mengurus Hana dan Andrew setiap harinya. Tanpa merasa gengsi seperti kebanyakan pria, yang menganggap bahwa mengurus anak adalah pekerjaan perempuan.
Ketika sedang berada di rumah, Talia, Elsa dan Marsha secara bergantian memasak di dapur atau membersihkan rumah.
Hidup kini lebih menyenangkan. Seperti kata orang, "Jika ingin melihat indahnya pelangi, maka harus mau melalui hujan terlebih dahulu".
Hubungan Talia dengan adik-adiknya makin dekat dari hari ke hari. Hubungan ayah Talia dengan anak-anaknya berjalan apa adanya.
Talia dan semua adik-adiknya tidak lagi berharap banyak kepada ayah mereka. Kedatangannya mereka sambut, tetapi ketidakhadirannya bukan lagi menjadi sesuatu melukai mereka. Sesantai itu kehidupan kelima anak itu sekarang dan ternyata hal ini terasa lebih bikin tenang, daripada harus kecewa lagi karena harapan yang tidak bisa diwujudkan.