AKAD

Dini Kirani
Chapter #3

Sewot vs Bikin Kesal

Widya melangkah panjang menuju musala. Gadis itu akan melaksanakan kewajibannya sebagai muslimah yang taat. Selepas itu dia berencana pulang menuju kostnya dengan menggunakan kendaraan umum. Namun, ada yang membuat gadis itu heran mengapa Mada seperti sedang mengikuti langkahnya.


Semula Widya pikir bosnya ikut keluar dari kamar rawat itu. Ingin mencari makan malam, tapi dugaannya salah besar. Pria itu malah mengikuti dirinya ke musala. Namun, Widya tak ambil pusing apalagi suudzon mengenai tingkah aneh bosnya itu. Mada itu kan nonis jadi abaikan saja jika dia mau bertingkah apa saja asalkan tidak menggangu ibadahnya.


Seusai menjalankan kewajibannya, Widya bergegas meninggalkan rumah sakit. Gadis itu berjalan menuju halte yang tak jauh dari tempat itu. Namun ,tiba-tiba tubuhnya tersentak.


"Tin....!!!"


"Astaghfirullah!" Widya beristighfar sambil mengusap dada.


Lantaran tak mendapatkan respon, mobil itu pun membunyikan klaksonnya sekali lagi. Namun, kali ini lebih panjang.


"Tin! Tin! Tin!"


Hilanglah kesabarannya seraya menolehkan kepala. Wajah Widya murka melihat mobil berwarna putih itu lalu menghampirinya.


"Hey kira-kira dong. Senbarangan bunyiin klaksonnya. di belakang orang jalan. Bikin jantung orang mau copot aja!" katanya sewot.


Sang pemilik mobil itu tidak tinggal diam. Dia lantas membuka kaca mobilnya merespon balik apa yang sudah dikatakan Widya barusan. Dalam hatinya gadis itu sudah ketakutan apalagi saat ini dia sedang berada di jalan raya sendirian malah bikin perkara dengan orang asing pula karena emosi yang saat ini tidak stabil.


"Udah marah-marahnya? Ayo cepat masuk ke dalam," ujar sang pemilik mobil.


"Pak Mada!"


"Udah gak usah kaget terus melongo kayak gitu. Udah cepat masuk!"


Widya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia sedikit ragu. Namun , akhirnya gadis itu pun masuk ke dalam mobil putih itu lalu duduk di bangku depan samping pengemudi. Tak lupa dia mengenakan sabuk pengaman atas perintah bosnya.


"Bapak ngikutin saya?"


"Saya ngikutin. Jangan kegeeran kamu,"


"Terus kalo begitu buat apa Bapak di sini?"


"Ya, saya mau pulang lah. Ini kan udah malam, besok itu udah masuk kerja. Gimana sih kamu?"


"Terus gimana sama Oma? Bapak tega, tinggalin Omanya sendirian di rumah sakit,"

Lihat selengkapnya