AKAD

Dini Kirani
Chapter #4

Deal or No Deal

Rupanya mobil yang Mada kendarai berhenti di area parkir rumah makan Minang. Mada memilih masuk ke dalam usai mengakhiri perdebatan panjang dengan Widya disusul gadis itu yang ketakutan usai mendapat ancaman dari bosnya itu. Di dalam pria itu mengedarkan pandangannya. Mada memilih tempat yang ingin dia dan Widya  tempati selama keduanya menyantap makan malam.


Lalu tak lama kemudian pelayan pun datang. Pria itu memilih menu makanan apa yang akan Mada santap bersama karyawannya itu. Mulai dari rendang, ayam pop, sate, hingga tunjang semua dihidangkan di atas meja tak lupa dengan nasi, sayur, dan minuman. Lima belas menit kemudian, keduanya mulai menyantap menu pesanannya itu bahkan Widya tak lagi sungkan ataupun menjaga image-nya meski dia sedang makan malam bersama bosnya.


"Kenapa Bapak ajak saya makan?"


"Jadi kamu gak suka makan di sini?"


"Ya, ndak gitu, Pak. Saya suka apalagi perut saya lagi lapar. Jadi, makin lahap, tapi di sini harganya mahal-mahal, Pak?"


"Oh jadi kamu anggap saya gak bisa bayar?"


"Ndak gitu juga maksud saya, Pak,"


"Biasanya orang kaya itu ajak makan malamnya sama keluarga, pacar, atau rekan bisnis. Nah, saya ini kan cuma karyawan biasa, paling bawah, masih baru lagi,"


"Begini ya Widya. Saya itu ajak makan kamu di sini, selain saya lapar. Saya juga mau terima kasih karena kamu sudah membantu saya,"


"Hah, saya bantu, Bapak? Kapan saya  bantuinnya?"


"Ya, waktu di  rumah sakit tadi. Kan kamu udah mau pura-pura jadi Ara,"


"Oh paham saya, tapi Ara itu siapa ya, Pak?"


"Intinya dia itu teman saya. Nama lengkapnya, Araceli Winona cuma biasanya saya panggil dia Ara,"


"Dia pernah jadi pacar, Bapak?"


"Gak usah kepo kamu. Udah makan aja yang banyak. Keburu dingin makanannya,"


"Oh, ya ada lagi. Mulai besok kamu gak usah kerja lagi di kantor, tapi-,"


Widya kaget lalu, gadis itu pun tersedak karena mendengar penjelasan itu dari Mada.


Uhuk!

Lihat selengkapnya