Jam di dinding sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi dan Ratna baru saja membuka matanya. Gadis itu masih berbaring santai di tempat tidur. Dia menoleh ke arah samping, tapi tak di lihatnya sang sahabat yang selalu tidur di sampingnya. Ratna pun bangun, tapi belum beranjak dari tempat tidur
"Ke mana itu anak ya? Kemarin pas datang, aku ndak ketemu di kantor? Pas pulang juga, malah hampir bareng? Lah, sekarang aku baru bangun. Dia malah sudah ndak ada?" gumamnya.
"Ke mana kira-kira Widya, ya?Apa dia sudah keluar dari kantor? Di pecat sama Pak Mada, terus lagi cari pekerjaan? Tapi masa iya, dia ndak ngomong sam-," lanjutnya.
Namun, kepala Ratna reflek menoleh. Ketika mendengar derit suara pintu terbuka sambil melanjutkan perkataannya.
"Sama aku,"
"Oh, sudah bangun, Mbak. Lagi ngomong sama siapa? Ayo kita sarapan dulu. Aku sudah beli nih," jelas Widya.
"Wid, ada yang aneh sama kamu?"
"Aneh! Aneh gimana, Mbak?"
"Kemarin pas aku datang ke tempat kerja. Kamu udah pulang. Di kosannya pas hari udah malam. Katamu juga baru pulang ndak lama sebelum aku pulang kerja?"
"Apa kamu udah dipecat sama Pak Mada. Terus lagi cari kerja sekarang? Cari tempat kerja baru? Kenapa kamu ndak cerita sih sama aku?"
"Ndak lagi cari kerja, Mbak. Aku masih kerja sama Pak Mada. Sama kayak Mbak Ratna juga, tapi cuma beralih tempat sementara,"
"Beralih tempat! Sementara, maksudnya?"