AKAD

Dini Kirani
Chapter #9

Rumah Oma dan Pindah Kerja

Dua hari setelah pekerjaannya di luar kota selesai. Mada pun kembali ke ibu kota. Pria itu langsung menuju rumah sakit. Mengurus administrasi dan membawa sang nenek pulang ke rumah. Setelah seminggu lamanya mendapatkan perawatan kesehatan karena terdapat masalah dengan jantungnya.


Selain Mada, Widya pun masih setia menemani perempuan tua itu.  Karyawan bagian cleaning service kantornya yang  memang sengaja diperkerjakan Mada untuk menemani neneknya. Selama perempuan tua itu dirawat di rumah sakit.


"Siap pulang ke rumah, Oma?" tanya Mada sambil berjalan keluar lift.


"Tentu saja, Oma kan udah kangen juga sama suasana di rumah, tapi-,"


"Tapi apa, Oma?" sahut Mada.


"Wid-. Eh maksudnya Ara ikut juga kan ke rumah kita, Mada?"


Mada dan Widya pun saling tatap seraya berjalan beriringan di belakang kursi roda Oma yang ditumpangi Oma sedang di dorong oleh seorang bruder menuju pintu keluar gedung rumah sakit.


"Ya pastinya, Oma. Masa Ara mau  ditinggal di sini," ujar Mada.


***


Setengah jam perjalanan, mereka akhirnya tiba di rumah. Pini dan Pinem dua ART setianya sudah menunggu kedatangan Oma di depan halaman rumah.


"Selamat datang kembali di rumah, Oma alias Si Nyonya besar," kata mereka kompak seraya tersenyum riang.


Oma yang mendengar perkataan itu lantas mengulas senyuman meski perempuan paruh baya itu tak bisa melihat ekspresi kegembiraan dari dua asisten rumah tangganya itu. Sambil menyambut kedatangan nyonya besarnya.


Keduanya langsung mengalihkan pandangannya pada gadis yang sedang mendorong kursi roda nyonya besarnya itu. Mereka lantas berbisik bertanya-tanya siapa gadis yang sedari tadi bersama Mada menjemput nyonya besar yang  baru kembali setelah satu Minggu dirawat di rumah sakit?.


Sepertinya gadis ini tampak asing dan baru pertama kalinya datang ke rumah ini. "Apa dia suster yang sengaja di pekerjakan tuan muda untuk merawat nyonya besar kita?" Pertanyaan itulah yang ada di obrolan bisik-bisik kedua ART itu.


Sadar dirinya menjadi bahan bisikan dari asisten rumah tangga bosnya. Widya hanya tersenyum tipis kepada keduanya dan terus melaju masuk ke kediaman besar milik keluarga Sastranegara untuk pertama kalinya.


"Nyonya mau saya buatkan minum, apa?" tanya Piah.


"Gak usah kamu buatkan minum untuk saya. Buatkan saja minum untuk Widya, asisten baru saya ini?"


Lihat selengkapnya