AKAD

Dini Kirani
Chapter #10

Serba Baru

Sore hari setibanya di jalanan area tempat kosan mulut Widya tak berhenti bergumam. Di sepanjang jalan menuju kostnya . Gadis itu tak berhenti bergumam berpikir. Bagaimana cara dirinya akan bicara tentang masalah ini pada Ratna temannya itu. Teman yang sudah menolongnya dari kesulitan hidup.


Berkat ajakannya, Widya kini bisa hidup mandiri di kota dan bukan hanya itu saja. Dirinya kini mampu menjadi tulang punggung untuk keluarganya di kampung. Meski bergaji standar dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Widya sudah merasa bersyukur. Karena dia sudah mampu melakukan semua itu. Baginya sudah tak ada lagi khayalan atau angan-angan tinggi.


Seperti apa yang pernah dikatakan ayahnya dulu. Sebelum laki-laki itu pergi merantau ke negeri seberang. Katanya dia memilih jalan itu. Agar bisa memenuhi kebutuhan dan kebahagiaan istri dan ketiga anaknya. Namun, khayalan dan angan-angan itu luntur bahkan hancur setelah laki-laki itu tak ada kabar berita, jejaknya benar-benar hilang.


***


"Bisa-bisanya ya, Wid. Kamu jalan sambil bengong,"


Kalimat yang keluar dari Ratna mampu membuat Widya tersentak lantas baru menyadari. Jika dirinya sudah sampai di tempat kosan.


"Eh iya, maaf" jawabnya sambil tersenyum tipis lalu menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal.


"Kamu itu kenapa sih, Wid. Kayak ada sesuatu yang lagi dipikirin?"


"Apa kamu ndak dikasih upah sesuai perjanjian,"


"Untung bisa pulang dengan selamat. Lah, coba kalo bengongnya tadi pas di jalan raya bisa Innalilahi kamu,"


"Ayo cepat masuk. Sudah aku masakin sayur kesukaan kita. Sayur asem, ikan asin, tempe sama tahu goreng, ndak lupa juga sambel terasinya," dumel Ratna lebih lanjut.


Pukul enam lewat setelah membersihkan diri dan salat Magrib berjamaah kedua gadis yang sudah tiga bulan ini tinggal bersama bersiap untuk makan malam dengan cara seperti biasanya lesehan di lantai tanpa beralaskan tikar meski terbilang simpel dan sederhana. Namun itu, sudah lebih dari cukup bagi mereka.


Saat Ratna akan menyiduk nasi ke piringnya. Tampak Widya mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah.


"Ini Mbak,"


"Duit apa itu, banyak banget?"

Lihat selengkapnya