AKAD

Dini Kirani
Chapter #13

Oma Mau Jalan-jalan

Pukul setengah tujuh pagi. Piah dan  Pini sudah sibuk di depan meja makan. Meja makan itu sudah dipenuhi dengan menu sarapan  pagi ini. Mulai dari nasi yang sudah digoreng dan segala macam topping sebagai pelengkapnya hingga minuman yang memang biasa diminum di pagi hari oleh Mada dan Oma sudah tersedia. Ada pula roti gandum untuk yang tidak berselera menyantap menu sarapan pagi ini.


Oma sudah bersiap ingin keluar dari kamarnya. Perempuan tua itu belum ingin mandi. Jika dia belum sarapan dan berjemur di pagi hari. Kegiatan ini sudah Oma jalani semenjak dia terdiagnosis menderita retinopati diabetika. Belum lagi masalah pada jantung yang akhir-akhir ini memang menganggu kesehatannya.


Namun, sejak kedatangan gadis bernama Widya membuat aktivitas Oma menjadi terbantu. Oma seperti  merasakan hidup kembali meski kini dia tidak bisa melihat dan harus menggunakan kursi roda k mana pun dirinya beraktivitas. Oma adalah tipe orang yang sulit untuk percaya pada orang lain.


Awalnya Oma bukanlah orang yang   tipenya seperti itu, tetapi karena  pengalamannya yang  pernah dikhianati dan disakiti oleh banyak orang dekat terutama pria yang dia cintai membuat Oma berubah dan menjadi orang yang lebih selektif dengan siapa pun dia berinteraksi.


***


Oma dan Mada sudah berada di depan meja makan. Mereka akan mulai menyantap menu sarapannya. Namun, ada yang berbeda di pagi hari ini. Ada Widya yang ikut sarapan bersama keduanya. Awalnya gadis itu menolak, tetapi Oma terus saja memaksa. Ya apa boleh buat. Widya akhirnya menuruti keinginan Si nyonya besar itu.


Rasa canggung dan  salah tingkah mulai menyergap gadis itu. Bermula saat bertemu dan bertatap muka kembali dengan Mada. Kejadian yang  terjadi pagi dini hari tadi antara  dirinya dengan Mada tentu belum dia lupakan. Bagaimana tidak, gara-gara kejadian itu? Widya hanya  bisa tidur satu jam saja.


Sampai-sampai dia harus dibangunkan Oma untuk bisa menunaikan salat Subuh. Tidak ada obrolan seperti biasa di meja makan pagi ini. Yang terjadi hanyalah tatapan mata dari Mada untuk Widya sementara gadis itu hanya menunduk dan fokus pada makanannya. Kejadian seperti ini tentu saja membuat Oma merasa heran.


"Kok pada diam saja sih. Tumben kamu gak bawel hari ini, Mada. Apa kamu lagi sakit gigi?"


"Oh, gak kok, Oma. Aku sehat walafiat, cuma lagi males aja ngomong,"


"Oh berarti kamu lagi sariawan. Banyakin makan buah jeruk ya, Mada,"


"Widya, apa di meja ada buah jeruk?"


"Ad-ada ban-banyak, Oma,"


Lihat selengkapnya