Sebulan setelah minta jalan-jalan ke Mall. Kesehatan Oma kian hari kian menurun padahal segala makanan sudah dipantau dan aktivitas sehari-hari pun sudah di batasi. Namun, tetap saja, ada penyakit yang dirasakan di badannya. Belum lagi tingkah lakunya yang kian hari kian berubah. Membuat para asisten yang bekerja dengannya terutama Widya harus lebih ekstra sabar menghadapi perempuan tua itu.
Bukan Mada sebagai cucu tak menyadari perubahan itu, tetapi mau bagaimana lagi? Menghadapi perempuan tua yang hampir berusia tujuh puluh tahun seperti neneknya memang gampang-gampang susah. Oma seperti kembali ke masa remaja dan apa yang sedang dialami Oma disebut dengan pubertas kedua. Masa di mana seseorang seperti mengalami kembali ke masa remaja meski sejatinya usianya tidak lagi muda. Tingkah lakunya akan kembali manja sepertinya halnya anak seusia remaja. Dalam hal ini Mada sudah menekankan pada Widya agar gadis itu lebih banyak bersabar dalam menghadapi tingkah laku neneknya.
"Widya, tolong aku!" teriak Oma dari dalam kamar.
"Ya, Oma. Saya datang!" jawabnya seraya terhuyung-huyung menghampirinya sebab Widya baru saja selesai makan siang dan memang akan menuju kamar tersebut.
"Widya, dadaku sakit seperti ditusuk-tusuk, sesak juga napasnya. Tolong cepat bawa aku ke rumah sakit,"
Ucapannya memang lirih. Namun masih terdengar oleh Widya. Gadis itu pun merespon dengan sangat cepat. Dia lantas memanggil Pak Anto. Sopir pribadi Oma yang senantiasa akan membawa ke mana pun Oma ingin berpergian. Sebelum benar-benar pergi ke rumah sakit. Tak lupa Widya mengabari bosnya Mada.
Memberitahu tentang keadaan Omanya saat ini. Keduanya lantas berkoordinasi agar Oma segera sampai di tempat tujuan dan langsung mendapatkan tindakan medis.
Dan benar saja, setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit. Oma segera mendapatkan tindakan medis di ruang IGD.
Sebab sepuluh menit sebelum Oma sampai Mada sudah memberi tahu keadaan Oma ke dokter yang biasa menangani masalah penyakit yang diderita perempuan tua itu. Jelas sebagai pasien prioritas tentu Oma mendapatkan perhatian khusus dari petugas medis dan dokternya.
"Alhamdulillah, Pak Mada. Untung anda bergerak cepat sehingga serangan jantung Oma kali ini bisa langsung diatasi,"
"Sebab, jika itu terlambat sedikit saja. Gak kebayang saya, gimana keadaan Oma sekarang ini?" ujar Dokter bernama Amran.
"Ya, saya juga bersyukur. Orang rumah langsung bergerak cepat tanggap menghubungi saya. Sehingga semua ini bisa teratasi, Pak Dokter"