AKAD

Dini Kirani
Chapter #18

Perawatan Intensif

Bersyukur kondisi Oma yang makin membaik dari hari ke hari membuat Mada dan Widya bisa bernapas lega. Nafsu makan mereka pun sudah kembali normal seperti biasanya. Tiga hari masa kritis Oma membuat keduanya seperti kehilangan kenikmatan dunia. Hilang selera makan, tidur tidak nyenyak, dan tak ada semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.


Kini melihat kondisi Oma mulai membaik dan sudah berpindah kamar dari ruang ICU ke ruang kamar rawat membuat keduanya yakin. Jika dalam beberapa hari kesehatan Oma dapat kembali pulih seperti sedia kala dan bisa pulang ke rumah setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit ini. Karena bagi Mada rumah besarnya itu akan terasa sepi. Jika tanpa kehadiran Oma di dalamnya.


Setelah tiga hari penuh Mada tidak bekerja di kantor lantaran kondisi Oma yang tidak stabil. Maka setelah melihat kondisi Oma yang kian membaik di setiap harinya. Membuat Mada mengambil keputusan untuk kembali bekerja seperti semula di kantor meski sembari memantau kondisi kesehatan Omanya berkoordinasi dengan Widya yang tetap stand by di rumah sakit menjaga serta memantau kondisi perempuan tua itu secara langsung.


"Bapak mau ke mana. Kok tumben sudah rapi banget sepagi ini? tanya Widya yang baru saja datang setelah satu jam lebih keluar dari kamar.


"Kamu sendiri dari mana. Kok bisa lama banget keluarnya?"


"Anu tadi itu, abis salat Subuh. Saya kepingin jalan-jalan santai. Niatnya olahraga di taman mencari udara segar sebentar, Pak,"


"Kalo itu apa yang kamu bawa?"


Widya langsung menunjukkan kantong plastik berwarna ungu muda bergambar emoticon lucu.


"Oh ini, dalamnya sarapan, Pak. Lontong sayur sama gorengan. Abis perut saya tiba-tiba laper. Jadi sekalian olahraga, saya jalan-jalan cari sarapan juga,"


"Bapak mau? Sengaja saya belinya dua. Satu buat saya, satu lagi buat Bapak sarapan,"

Lihat selengkapnya