AKAD

Dini Kirani
Chapter #23

Keadaan Gawat Darurat

Mendengar ucapan bosnya itu. Widya membulatkan kedua bola matanya. Gadis itu langsung menundukkan kepala memilih diam. Seketika itu pula suasana menjadi sepi dan hening.

"Saya gak minta jawabanmu sekarang. Tapi pikirkan aja dulu matang-matang. Besok di waktu yang sama. Kita ngobrol lagi seperti ini dan kamu tinggal beri jawabannya Ya atau Tidak,"

Widya lantas beralih menuju tempat tidurnya lalu membaringkan tubuhnya seraya mengenakan selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Di dalam sana gadis itu belum bisa memejamkan matanya. Dia masih merenungi perkataan demi perkataan sang bos tadi. Jika dia bersedia menjadi istri kontraknya. Pasti dirinya akan menerima imbalan dari kerja sama ini.

Bukan Widya berubah menjadi perempuan materialistis, tapi menurut yang dia pernah baca di novel ataupun yang dia tonton di film-film maupun drama. Biasanya perempuan yang menjadi istri kontrak akan diberikan imbalan uang oleh laki-laki yang menjadikannya istri kontrak.

Otomatis hidupnya akan terjamin dan terpenuhi selama perempuan tersebut menjadi istri kontrak sesuai durasi waktu perjanjian. Tidak ada kontak fisik ataupun tidur bersama. Kamar pun nantinya akan terpisah. Hal ini bisa jadi kesempatan tepat bagi Widya apalagi saat ini dirinya sedang membutuhkan banyak uang. Untuk melunasi utang keluarganya yang sudah lama mengendap.

Namun, gadis itu masih terpikir bagaimana kalau Oma tidak merestui dirinya menjadi istri bosnya itu, bagaimana pula jika wanita tua itu tahu. Jika dirinya dan Mada hanya menikah siri dan kontrak pula? Belum lagi, keluarganya di kampung sana yang akan menjadi mencurigainya.

Mana mungkin dalam waktu singkat. Widya bisa mengumpulkan uang sebesar lima puluh juta rupiah untuk membayar utang yang sudah mengendap satu dasawarsa itu. Mereka pasti akan bertanya-tanya dari mana uang itu berasal sedangkan pekerjaan Widya yang mereka tahu hanyalah seorang cleaning service di sebuah kantor yang sehari-harinya hanya bertugas membersihkan ruangan demi ruangan yang ada dalam kantor.

Pikiran itu masih terus berkecamuk di dalam hati hingga kedua matanya pun tak bisa terpejam. Di satu sisi Widya ingin menerima tawaran dari bosnya itu, tapi di sisi lain dia takut bila keputusannya menerima tawaran itu. Oma akan berubah menjadi membencinya karena perbedaan status yang sangat mencolok antara Mada dan dirinya.

Belum lagi jika keluarga di kampung halamannya tahu. Jika dia hanyalah istri kontrak dari sang bos .Agar mendapatkan imbalan besar demi bisa melunasi utang. Bisa jadi keluarganya akan berpikir yang tidak-tidak mengenai status yang akan dia sandang itu .

***

Pagi ini Mada telah bersiap. Dia akan pergi ke kantor lebih awal dari biasanya. Lantaran ada rapat pagi yang akan dia pimpin. Mada pun sampai melupakan sarapannya pagi ini. Dia ingin cepat tiba di kantor tanpa harus terjebak macet. Hari ini pria itu seperti sedang terburu-buru dalam melakukan segala aktivitas paginya. Dia lantas pamit setelah semuanya siap.

Lihat selengkapnya