AKAD

Dini Kirani
Chapter #32

Pulang Kampung

Jeritan Piah mampu membuat Mada bangun dari tidurnya. Awalnya dia merasa terganggu. Namun, setelah perempuan itu bertanya mengapa dirinya ada di kamar Oma? Barulah dia sadar apalagi setelah pria itu mengingat kejadian semalam antara dirinya dengan Widya.


"Gak usah pake tanya, Bi Piah. Sekarang keluar dari kamar ini!"


"Tapi, Den. Saya mau-,"


Belum selesai perempuan itu bicara. Ponsel Mada sudah berdering kembali. Pria itu lantas mencari di mana keberadaan ponselnya yang sedang berdering itu sembari mengibas-ngibaskan tangan tanda agar Piah segera keluar dari ruangan itu.


Mada terduduk sejenak lalu melangkah untuk mencari keberadaan ponselnya. Pria itu pun menutup pintu kamar itu kembali.


"Nah, ketemu ternyata di saku celana," ucapnya sambil mengambil celana dan kausnya yang ada di sisi kolong tempat tidur.


Ketika akan mengambil barang itu tak sengaja kepalanya menunduk. Sepintas dia melihat noda merah muda menempel di seprai tempat tidur. Kedua mata Mada membulat dan segera menggulung seprainya setelah itu dia mencari kantong plastik ataupun sejenisnya untuk meletakan gulungan seprai tanpa mempedulikan lagi bunyi ponsel yang sedari tadi berdering mengganggu telinganya.


"Maafkan atas kekhilafanku, Widya,"


Setelah selesai dengan masalah seprai. Barulah Mada mengangkat ponselnya.


"Halo, Pak. Apa Pak Mada sudah bangun?"


"Ya, sudah. Kenapa, Pak Arief?"


"Begini, Pak. Rapatnya ditunda  sampai satu jam ke depan, Pak,"


"Kenapa bisa ditunda?"


"Gak papa, kata beberapa peserta.  Waktu rapatnya terlalu pagi. Jadi ditunda saja agak siangan,"


"Oke, thanks infonya,"


Setelah menutup panggilan itu. Mada  mengembuskan napas kasar. Dia lega rapatnya ditunda sementara. Mada keluar menuju kamarnya di lantai atas. Dia ingin bersiap-siap, mandi, berpakaian rapi, sarapan, lalu pergi ke kantornya.


***


"Loh, cepet  banget, Mbak. Udah selesai beres-beres kamarnya?"


Piah menggeleng pelan lalu menjawab.


"Belum, Pin. Aku malah diusir,"


"Diusir, sama siapa?"


"Den Mada,"


"Den Mada ngusir. Emang Mbak Piah salah, apa?"


"Aku ndak salah apa-apa, tapi Den Mada ada di kamar Oma,"


"Apa! Den Mada, di kamar Oma, kok bisa?"


Lihat selengkapnya