AKAD

Dini Kirani
Chapter #34

Utang Harus Dibayar

"Siapa yang mau dinikahi, Mbak?" tanya Laras lantang sambil menghampiri kakaknya.


"Bukan siapa-siapa, Ras. Ndak usah kamu dengarkan. Sudah sana ganti baju, makan, lalu istirahat,"


"Mbak sudah masak enak hari ini,"


Pandangan gadis itu pun beralih pada bapak paruh baya berusia enam puluh tahun yang ada di hadapannya.


"Pak Toto  buat apa lagi ada di sini. Masih mau nagih utang keluarga ini?"


"Begini, Ras. Intinya saya mau ada urusan sama kamu, tapi Mbakmu ini menentang keras soal itu,"


"Soal, apa?"


"Ndak usah kamu dengerin, Laras. Sudah sana masuk kamar!"


"Diam, Mbak. Biarkan Pak Toto ngomong dulu.  Aku juga mau tau, apa masalahnya?"


"Oh, sudah bisa bantah perintah, Mbak ya, kamu sekarang?"


"Bukan begitu, Mbak. Ini soal utang piutang keluarga kita kan!"


"Tau apa kamu, soal utang itu. Sudah sana ganti baju lalu makan, titik!"


"Begini, Ras. Sebenarnya kedatangan saya ke sini mau-," potong Pak Toto.


"Melamar saya kan, Pak. Buat siapa? Anak Bapak yang mana?. Kuncoro, Jumantoro, Sujatmiko, atau mungkin Bapak sendiri yang mau menikahi saya.


"Saya akan jadi istri ketiga kan, Pak?"


Pak Toto terdiam. Dia tercengang dengan ucapan Laras yang langsung ke titik sasaran. Dari mana gadis itu tahu soal kedatangannya kali ini untuk melamarnya?.


"Sudah gila kamu, Ras. Apa-apaan kalian berdua ini. Sudah jangan tanggapi omongan ngelantur adik saya, Pak!"


"Lebih baik, Pak Toto pulang. Lain waktu kita ngobrol lagi soal masalah ini!" usir Widya sambil melotot dan menunjuk arah pintu agar Pak Toto segera keluar dari rumahnya.


Lihat selengkapnya