AKAD

Dini Kirani
Chapter #44

Di Sembunyikan Saja Dulu

Selesai makan malam sesuai janji. Perempuan bernama Bu Nani yang  berprofesi sebagai mantri desa. Akhirnya tiba di rumah Widya. Tak lupa perempuan itu membawa serta peralatan medisnya. Bu Nani lantas disambut ramah Hartini dan kedua anaknya.


"Maaf ya, Bu Har. Saya baru bisa datang malam-malam begini,"


"Ah, ndak papa kok Bu Nani. Saya maklum sekali kondisi dari Bu Nani.  Monggo mlebet,"


"Lalu, siapa yang harus diperiksa sakitnya?" tanyanya seraya melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah.


"Apa Bu Har sendiri. Apa lambung Bu Har, kambuh lagi?'


"Oh bukan saya, Bu. Yang sakit, tapi anak sulung saya, Widya,"


Bu Nani mengerutkan dahinya.


"Mari Bu, Saya antar ke kamarnya. Badan anak saya itu lemas terus dan mukanya itu loh, pucat. Jujur saya begitu khawatir. Jadi, saya suruh dia istirahat saja di kamarnya,"


Ucapnya menerangkan kondisi sang anak seraya mengantar perempuan itu hingga batas depan kamar putri pertamanya. Setelahnya Hartini lantas bergegas membuatkan minum untuk tamunya itu. Sementara sebelum masuk ke dalam. Tak lupa Bu Nani mengetuk pintu terlebih dahulu.


Tok! Tok!


"Siapa, ya?"


"Saya, Mbak Widya. Bu Nani,"


"Bu Nani, ada apa malam-malam begini ada di sini?" gumamnya lirih.


"Ya, silakan masuk, Bu!"


Ibu Nani lantas tersenyum ramah.


"Hai, Mbak Widya. Ketemu lagi kita," ucapnya begitu tiba di dalam kamar.


"Bu Nani, kenapa malam-malam begini bisa datang ke sini?"


"Ini karena disuruh Bu Har. Saya kira Ibu yang sakit. Eh, ndak taunya malah Mbak Widya,"


"Apanya yang sakit lagi, Mbak?"


"Ndak ada tuh, Bu. Keluhannya masih tetap sama seperti tadi pagi. Saya datang ke Puskesmas,"

Lihat selengkapnya