AKAD

Dini Kirani
Chapter #45

Solusi Dan Musibah

"Hey, kenape ni muke kalian nampak tak suke awak datang?"


"Kenapa ke sini lagi sih, Pak. Apa ndak dengar omonganku tadi siang?!


"Sudahlah Har, tak perlu kau marah sangat macam tu pada awak? Awak ni cume nak tanya. Lagi pule untuk ape Ibu mantri tu datang dekat sini?"


"Kenape pule muke kau macam tu. Ape kau sakit atau malah kau sedang hamil, Widya?"


"Beritahu saje awak. Awak ni Bapak kau. Tak payahlah kau merase malu,"


Ketiga perempuan yang ada di hadapannya terlihat kesal. Kenapa bisa Sartono bercelatuk seperti demikian. Apa dia tahu kondisi sebenarnya Widya atau ini hanya spekulasinya saja.


Hartini bangkit dari duduknya telinga dan hatinya sudah terlalu panas. Dia  menarik kasar tangan pria yang masih sah menjadi suaminya dan bergegas membawanya ke dapur meluapkan emosi saat nanti berargumentasi dengannya di sana, sedangkan Widya menyuruh adiknya Laras kembali ke kamarnya.


***


"Dengar ini baik-baik, Sartono. Ndak perlu  lagi kamu ikut campur urusan keluarga ini. Meski statusmu itu masih suami dan Bapak dari ketiga anakku,"


"Jangan sok tau tentang banyak hal atas kami. Lebih baik secepatnya kamu pergi dari sini atau kamu akan berurusan dengan polisi,"


"Tetapi jike benar, ape yang awak cakap tu. Kau nak cakap ape, Har?"


"Sudahlah benar, kita ambil saje lamaran Toto tu. Jadilah die, bapak bagi anak Widya. Jike die memanglah hamil. Tak kisahlah die tau atau tak. Anak tu anak siape,"


"Apa maksudmu, Sartono? Cukup kamu jadi suami dan Bapak yang ndak bertanggung jawab pada keluarga ini, tapi jangan sampai kamu menjadi Bapak durhaka kepada anak-anakmu sendiri!,"


"Malah kamu mau memfitnahnya. Benar-benar ayah macam apa kamu ini!"


"Ape kau dah sanggup denga orang  bercakap tentang anak kau. Jike apa yang ku cakap ini benar,"


"Apa kau nak  ingin jelaskan pada jiran kite. Bila mereka tanya soalan macam ni. Di mane letak rase malu kau ni sebagai ibu, Har?!"


Lihat selengkapnya