Tok! Tok ! Tok!
Ketukan pintu di pagi hari setelah azan Subuh membuat Widya dan Hartini yang mulai membuka mata terkejut. Keduanya perlahan bangun dan duduk sejenak. Mereka lantas beralih keluar kamar berbarengan seraya membawa benda yang bisa dijadikan alat untuk berjaga-jaga. Kedua perempuan itu takut jika orang yang sedang mengetuk pintu adalah orang asing yang ingin berbuat jahat kepada semua orang yang ada di rumah ini.
Keduanya lantas melangkah mengendap-endap menuju pintu utama sambil bersiap siaga dengan alat yang dibawanya masing-masing. Jantung keduanya berdegup kencang bercampur dengan rasa ketakutan menjadi satu di dalam hatinya. Pasalnya, kejadian ini baru pertama kali mereka hadapi. Pintu masih diketuk sangat keras. Perlahan Widya membuka kunci yang menempel di atas kenop.
Ibu dan anak itu pun saling bertatapan dan tengah bersiap dengan benda yang ada di tangan masing-masing. Sebelum pintu akhirnya benar-benar dibuka dengan hitungan mundur. Di lain posisi sadarl akan bayangan lampu dan pintu yang perlahan terbuka. Sang pengetuk itu pun meninggikan suaranya.
"Tolong, jangan pukul aku, Bulik,"
Mengetahui itu suara seseorang yang dikenal, Widya dan Hartini pun langsung menjawab kompak.
"Sujatmiko!"
"Kenapa kamu ketuk-ketuk pintu, pagi-pagi banget?" tanya Widya.
"Iya kenapa, Miko. Apa Bapakmu lagi marah sama kamu?" Hartini pun menimpali.
Pemuda itu pun menggeleng lalu menjawab
"Ndak, Bulik. Ndak lagi dimarahi, tapi lagi disuruh Bapak. Suruh panggil Bulik main ke rumah.
"Pagi-pagi begini?" Widya menyahut.
Sujatmiko mengangguk.
"Ada apa di rumahmu, Miko. Kenapa Bapak suruh Bulik main ke rumah?" tanya Hartini
"Di rumah ada yang jatuh pas mau ke kamar mandi,"
"Siapa yang jatuh?" tanya Widya penasaran.
"Teman Bapak. Yang jatuh itu teman Bapak jauh. Sudah dua hari ada di rumah tadi jatuh. Dia ndak bisa bergerak, digotong Bapak sama Mamas?"
"Teman jauh, kenapa Pak Toto malah nyuruh Miko ke sini? Widya menggumam seraya mengerutkan dahinya.
"Sudah ya, Miko mau pulang lagi. Mau bobo dulu," ucapnya seraya meninggalkan mereka sambil melambaikan tangan.