AKAD

Dini Kirani
Chapter #55

Pilihan Widya

Sore ini selepas menutup warung Mardiyah dan Widya berbicara empat mata. Keduanya sedang membahas kelanjutan pekerjaannya di ruang pribadi Mardiyah.


"Widya, setelah saya perhatikan emam hari. Kamu bekerja di sini. Saya sudah mantap mengambil keputusan,"


"Bahwa sepertinya saya akan tetap mempekerjakan kamu di warung ini. Apakah kamu bersedia, Widya?"


"Maaf, Bu. Anu, begini saya cuma ingin-,"


"Oh, kalo masalah gaji. Tenang saja, gajimu akan saya bayar penuh dan dijamin tepat waktu tidak sampai menunggak meski gaji di sini bukanlah gaji UMR sesuai ketetapan pemerintah daerah,"


"Dan soal makan serta tempat tinggal 'kan kamu sendiri juga sudah merasakan. Jadi, gimana pendapatannya, Widya?"


"Maaf sekali lagi, Ibu Mardiyah. Tapi sepertinya saya ndak bisa menerima tawaran ini. Bukan saya ndak suka bekerja di sini, tapi karena-,"


"Tapi apa, Widya? Apa karena ada Atikah? Jadi, kamu gak betah kerja di sini?"


"Bukan karena itu, Bu. Dia baik pada saya, tapi karena saya yang ingin-,"


"Apa kamu punya tawaran kerja di tempat lain?"


Widya yang menunduk sontak mendongak dan ekspresinya terkejut.


"Sepertinya dugaan saya ini benar 'kan, Widya. Jangan khawatir, saya gak akan marah soal itu. Sejak awal saya kok yang salah sama kamu,"


"Memaksamu untuk kerja di sini, padahal kamu cuma ingin makan di warung ini,"


Kepala Widya mengangguk, tapi tak lama, kepalanya menggeleng.


Memangnya kalo boleh tau, di mana kamu akan bekerja, Widya?"


"Di rumah bos saya yang dulu, Bu. Saya dulu bekerja sebagai asisten pribadi yang tugasnya merawat majikan saya yang sakit,"


"Oh, jadi kamu itu perawat?"


"Ya, bisa dibilang begitu,"


"Tapi benar nih, gak nyesel kamu, tolak tawaran dari saya. Semuanya sudah saya jamin loh. Ini kesempatan, kan cari pekerjaan sudah susah, Widya,"


"Kamu akan terima gaji bersih dan kamu bisa mengirimkan uang itu buat keluargamu di kampung,"


"Ya, Bu. Saya paham, tapi bukan hanya soal pekerjaan saja yang saya pikirkan,"


Lihat selengkapnya