AKAD

Dini Kirani
Chapter #56

Asisten Pribadi Mada

"Oh ya, saya ingat. Kamu kan yang ada difoto, yang dikirim Pak Anto kemarin lusa," ujar Anna.


"Hah, Pak Anto kirim foto saya, Nya?"


"Iya, kata dia, kamu sudah berpengalaman merawat orang. Jadi, apa kamu datang ke sini untuk  menanyakan pekerjaan itu pada saya?"


"Iya, bisa dibilang begitu, Nyonya,"


"Ok, sekarang kamu bisa ikut saya dan Pini. Tolong buatkan minum untuk Mbak ini lalu antar ke ruangan kerja,"


Pini mengangguk. Perempuan itu dan Piah bergegas ke dapur mengerjakan pekerjaan rumah yang sempat tertunda karena kedatangan Widya.


Terjadi perbincangan empat mata antara Widya dan Anna di ruang kerjanya. Kedua perempuan itu akhirnya mencapai kesepakatan. Widya akan bekerja sebagai perawat yang akan merawat Mada menjadi asisten pribadinya. Selama laki-laki itu mengalami kebutaan sama seperti yang dilakukannya sembilan bulan lalu. Saat perempuan itu akhirnya bersedia menjadi asisten pribadi Nyonya Suryani alias Oma. Nenek dari Mada.


Rencananya selepas makan siang.

Barulah Anna mengajak Widya ke Bogor, tempat di mana anak sulungnya itu sekarang berada? Di sana Widya akan bekerja merawat dan menemani Mada. Termasuk jika Mada ada kunjungan ke rumah sakit karena sampai detik ini. Kesehatan Mada  masih tetap di pantau oleh dokter dan tim yang menanganinya sejak awal laki-laki itu menjadi korban kecelakaan lalu lintas.


***


Selepas menempuh perjalanan selama tiga setengah jam sampailah. Mereka di Villa keluarga milik Oma. Di villa ini Mada tidak tinggal sendiri. Ada sepasang suami-istri  beserta anak-anaknya yang sudah lama bekerja dengan keluarga Sastranegara mengurus dan merawat villa. Suami istri itu bernama Mang Ecep dan Bi Yoyoh.


Widya diperkenalkan sebagai perawat baru pada keduanya. Sebelum bertemu dengan Mada. Anna lantas kembali bicara lagi empat mata dengan Widya seolah meyakinkan perempuan itu untuk bekerja merawat Mada anaknya.


"Arum, saya mohon sama kamu. Jangan mudah menyerah dan stres. Bila sedang menghadapi anak saya, Mada,"


"Jujur, saya sudah lelah mencari dan bergonta-ganti perawat terus menerus karena anak saya merasa kurang cocok. Tolong dimaklumi saja, karena dia itu masih beradaptasi dengan kondisinya yang baru,"


"Jujur, alasan saya menerima kamu karena saya, dibujuk rayu Pak Anto. Katanya, kamu itu bisa menghadapi orang keras kepala macam anak saya,"


"Kenapa Pak Anto bicara seperti itu?"


"Entahlah, tapi saya percaya, dengan sopir saya itu dan saya yakin kamu juga gak akan mengecewakan saya. Benar kan, Widya?"


Widya tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.


Satu jam Anna berada di tempat itu. Dia hanya mengecek sang anak, mengantar, dan menjelaskan apa saja yang harus Widya kerjakan selama  dia bekerja di villa. Mungkin tiga sampai enam bulan. Widya bekerja sebagai asisten pribadi anaknya. Karena rencananya Mada akan menjalani operasi agar penglihatannya dapat kembali pulih lalu dia bisa beraktivitas serta bekerja seperti sediakala.


***


Lihat selengkapnya