AKAD

Dini Kirani
Chapter #57

Tugas Pertama

Widya mencoba masuk kembali ke kamar Mada. Perempuan itu masih mendapati Mada berada di kamar mandi. Jangan ditanya bagaimana keadaannya?

Tampang pucat pasi, penuh keringat membasahi area wajahnya, belum lagi kondisi tubuhnya yang lemas karena kehilangan banyak cairan.

Dengan sigap tanpa kata. Widya. Mulai bekerja untuk tugas pertamanya.

"Bi Yoyoh?"


Mada bertanya, karena dia menyadari ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya. Tapi Widya bungkam seribu bahasa. Hal yang ingin dilakukannya adalah membuka celana boxer yang masih Mada kenakan. Widya sudah mencium aroma tak sedap sejak pertama masuk diruangan ini.


"Mang Ecep, ya?"


Tebaknya lagi karena merasa pertanyaan yang tadi belum mendapat jawaban.


"Eits, tunggu. Mau apa kamu, kenapa mau membuka celana saya?"


Sejujurnya Widya ragu untuk melakukan itu Namun,apa boleh buat. Ini pekerjaannya dan dia sedang bekerja lagi pula biarpun perbuatan ini tak pantas, tetapi orang yang ada di hadapannya bukanlah orang lain.


Dia masih berstatus suaminya. Mereka masih terikat pernikahan meski pernikahan itu hanyalah pernikahan siri.


"Jangan coba-coba, ya. Kamu melecehkan saya, hanya karena saya sekarang buta!"


"Jangan dikira saya gak bisa berbuat apa-apa sama kamu!"


Namun Widya, mengabaikan semua ocehan itu. Dia tetap ingin melakukan tugasnya. Bergegas dia mengambil handuk yang terjemur lalu masuk dan menaruhnya di cantelan.


"Kamu gak dengar. Kamu mau, apakan saya. Hah?!"


"Apa kamu itu perawat baru yang dikirim, Mama. Iya 'kan?!"


"Ayo jawab?!!!


Widya menyalakan shower lalu air tersiram ke seluruh tubuh Mada.


"Byuurr"


Sontak Mada jadi gelagapan karena tubuhnya menjadi basah kuyup. Ingin sekali dia menghindar dan membuat Widya pergi dari ruangan itu. Namun, karena tubuh Mada yang lemas dan kondisinya yang buta membuat laki-laki itu hanya pasrah. Karena dia sendiri masih berusaha beradaptasi dengan kondisi barunya.


Senyum mengembang perlahan di bibir Widya. Dia berhasil membersihkan seluruh tubuh suaminya dari ujung kaki hingga ujung kepala meski sesekali dirinya merasa malu dan kikuk. Belum lagi Mada juga sering memberontak. Dia terus mengoceh karena dirinya merasa risih sementara Bi Yoyoh yang sedari tadi mendengar.

Lihat selengkapnya