AKAD

Dini Kirani
Chapter #60

Pengakuan Widya

Sebelum Widya keluar kamar.


"Siapa namamu?" tanya Mada.


"Arum. Arum Hartini, Pak,"


"Baiklah kamu boleh keluar dan untuk kepastian kamu dipecat atau tidaknya,"


"Saya akan memikirkannya dulu sampai nanti malam,"


Kemudian Widya pamit. Namun, baru sampai di ambang pintu perempuan itu membalikkan badannya.


"Maaf, Pak ada yang mau saya sampaikan. Takut nanti saya beneran dipecat,"


"Soal, apa?"


"Anu, soal. Kalau akhirnya saya dipecat. Tolong izinkan saya menginap semalam dulu di sini, Pak,"


"Hari sudah mulai malam dan saya ndak tau menahu daerah sini. Daerah ini baru bagi saya,"


"Oke, akan saya pertimbangkan. Oh, ya kamu jangan datang kemari. Sebelum mendapat perintah dari saya, mengerti,"


"Mengerti, Pak,"


Widya pun kembali pamit dan keluar dari kamar yang masih sangat berantakan itu.


***


Widya kemudian ke dapur membantu Bi Yoyoh memasak menyiapkan  makan malam. Makan malam kali ini dipesan langsung oleh Mada. Laki-laki itu ingin menyantap soto khas Bogor buatannya.


"Bibi dengar sekilas, kayaknya Den Mada marah banget sama, Neng?"


"Ya, begitulah, Bi. Wajar dia 'kan bos, sedangkan kita cuma asistennya. Saya akui saya salah, sudah berbohong sama dia,"


"Kalo sampai dipecat kayak asisten yang udah-udah. Gimana, Neng ?"


"Ya, sudah. Saya harus pergi dari tempat ini dan cari pekerjaan lain di Jakarta,,"


"Tapi kan, Neng. Nanti Bibi kehilangan, Neng. Bibi udah cocok bekerja bareng sama Neng Arum di sini,"


"Belum lagi Den Mada itu jadi berubah semenjak ada Neng di sini,"


"Berubah, bagaimana? Den Mada ndak lagi main sulap kan, Bi. Bisa berubah dalam waktu sekejap,"


"Ih, Neng Arum kebiasaan deh. Orang Bibi lagi ngomong serius malah diajak bercanda,"


"Biar kerja tambah asyik aja, Bi. Ndak kaku jadi ndak tegang,"



***


Lihat selengkapnya