AKAD

Dini Kirani
Chapter #72

Ingin Cepat Pulang

Widya sekarang di sini, kembali di warung makan Ibu Mardiyah. Perempuan paruh baya yang waktu itu memberinya pekerjaan. Kini kembali menolongnya. Memberi pekerjaan dan tempat tinggal seperti enam bulan lalu.


Perjumpaannya kembali dengan Widya membuat Mardiyah iba terlebih melihat kondisinya yang sedang hamil tua. Tak banyak berpikir perempuan paruh baya itu pun memberinya kesempatan lagi bekerja di warung makan sederhana miliknya. Kali ini bukan lagi dengan Atikah, tetapi dengan Siti yang menjadi partner-nya bekerja.


Siti merupakan gadis yang tiga tahun lebih muda darinya. Gadis kalem, sopan, dan lembut pembawaannya. Sudah tergambar dari wajahnya yang polos. Gadis perantauan yang mencoba mengadu nasib di ibu kota menjadi tulang punggung keluarga. Sama seperti Widya. Bahkan setiap melihat gadis itu Widya seperti sedang bercermin melihat dirinya sendiri.


Sedangkan perempuan bernama Atikah, yang dulu pernah bekerja dengannya dengannya. Dua Minggu lalu membuat kegaduhan yang membuat malu Mardiyah. Menurut ceritanya. Atikah lari membawa uang hasil dagangan yang akan dijadikan modal operasional warung makannya. Memang jumlahnya tidak banyak hanya lima juta rupiah.


Namun, kejadian itu seperti menampar keras pipinya. Bahwa apa yang dahulu dikatakan anak-anaknya tentang Atikah, itu benar adanya. Jika Atikah bukanlah perempuan baik-baik yang bisa dipercaya. Seperti Mardiyah mempercayainya.


***


Bekerja di dapur membuat aneka macam masakan. Bergelut dengan peralatan masak. Seperti kompor, panci, penggorengan bukanlah hal yang asing bagi Widya. Pekerjaan itu sudah sejak kecil dia lakukan. Membantu ibu dan neneknya di dapur. Menjadi cikal bakal dirinya akrab dengan tempat itu dan masak memasak. Bahkan dulu neneknya pernah berseloroh. Jika masakan Widya lebih enak dari pada dirinya.


Tentu saja perkataan itu membuat Widya senang bukan kepalang  membuatnya semakin bersemangat dalam hal masak-memasak. Maka, tak heran. Jika Widya sudah mahir memasak makanan rumahan. Sejak dirinya bahkan belum tamat dari bangku sekolah dasar.


Malah Widya sering dipercaya menggantikan posisi ibunya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Seperti memasak, mencuci, menyetrika pakaian pada dia dan adik-adiknya. Jika sang ibu sedang bekerja  atau dirinya sedang tak enak badan. Dengan senang hati Widya dan kedua adiknya akan mengerjakan tugas rumah itu.


Meski kini kondisinya sedang  hamil tua. Namun, hal itu tak jadi penghalang bagi dirinya untuk bekerja. Dia masih tampak gesit, masih cekatan. Bekerja di dapur dengan kompor, bumbu-bumbu, alat-alat dapur adalah teman setianya. Kadang Mardiyah sampai dibuat meringis  setiap kali melihat pergerakannya. Tetapi karena itu pula yang membuat Widya masih dipercaya dan diberi kesempatan meski dulu perempuan itu hanya satu Minggu bekerja di warung ini.


***


Sementara di tempat yang berbeda. Setelah menjalani operasi mata dan berjalan dengan sukses. Mada masih di Singapura. Masih menjalani pemulihan pasca operasi. Butuh waktu lama untuk  benar-benar dirinya dikatakan sembuh.


"Ma, udah lama aku di sini. Udah bosan banget loh. Besok aku mau pulang?"


"Sebentar lagi, Mada. Jangan kayak anak kecil lah, merengek terus minta pulang,"


"Mama juga pengennya kamu cepat sembuh, bisa cepat pulang, tapi kamu kan tau sendiri. Dokter bilang apa?"

Lihat selengkapnya