Hujan turun pelan di luar jendela kamar 307. Langit tampak kelabu di siang hari, seolah-olah tahu apa yang sedang dirasakan Adrian saat ini.
Ia berdiri mematung di balik pintu, masih dengan seragam rapi dan sepatu basah terkena genangan. Di tangannya, dua lembar kertas seakan membakar kulitnya—rapor semester satu dan surat peringatan resmi dari sekolah.
Di bagian nilai, tertulis satu kata yang seperti peluru menembus dada:
Suspended.
Tidak ada angka, tidak ada komentar positif dari guru. Hanya penegasan bahwa ia gagal menjalani semester pertamanya sebagai murid kelas 11. Lututnya goyah. Ia jatuh terduduk perlahan, punggung menyentuh kayu pintu kamar yang kini hanya berpenghuni satu.
Sunyi.
Tidak ada suara Arman yang biasanya menyapa sepulang kelas.
Tidak ada lemparan sarkas ringan tentang tugas-tugas sekolah.
Tidak ada pula diskusi ide cerita. Bahkan tidak ada lagi suara bernapas lain selain miliknya sendiri.
Adrian menggigit bibir. Namun, air mata tidak bisa dibendung. Tangannya gemetar saat membaca ulang surat peringatan.
Kepada Wali Murid,
Kami menyampaikan bahwa anak Anda, Adrian A. Mahesa, dikenai sanksi skorsing akibat pelanggaran kode etik akademik dan keterlibatan dalam perkelahian antar murid.
...
Ia tak berani membayangkan wajah Kak Fandi yang kecewa atau Kak Sophia yang mungkin tidak akan berkata apa-apa, tetapi diamnya akan lebih menyakitkan dari seribu makian.
Ruang kamar 307 terasa seperti liang.
Adrian menarik napas dalam-dalam, berharap mengusir sesak yang menumpuk di dadanya.
"Gue gak niat semua ini jadi begini,” gumamnya pelan.
Tapi kepada siapa ia bicara? Tidak ada yang mendengarkan.
Arman pun kini benar-benar pergi.
Dipindah ke kamar lain dengan alasan pihak asrama adalah untuk menghindari konflik lanjutan. Namun bagi Adrian, rasanya seperti dicabut paksa dari satu-satunya akar yang menahannya tetap berdiri.
Ia menatap jendela yang basah oleh embun hujan. Di luar sana, siswa-siswa lain tampak berjalan santai ke kantin, bercanda ringan. Sementara dirinya terjebak dalam keheningan yang menyesakkan.