Matahari belum sepenuhnya muncul di atas cakrawala, tapi suasana Veridian High School sudah terasa lebih sunyi dari biasanya. Lorong-lorong terasa lengang, seolah-olah waktu pun ikut menahan napas.
Ujian akhir semester dua dimulai.
Bagi Adrian dan Arman, ini bukan sekadar ujian biasa, ini penentuan. Penebusan. Tiket untuk naik ke kelas 12 dan membersihkan catatan buruk semester lalu.
Mereka tidak saling menyapa, tidak saling mencari. Namun jauh dalam diam itu, ada kesadaran bahwa mereka sedang berjuang di garis masing-masing.
Adrian dengan buku-buku setebal ensiklopedia, coretan stabilo di mana-mana, dan Emil yang selalu hadir, duduk bersamanya di kantin, taman, bahkan lorong perpustakaan. Kadang hanya untuk menenangkan napasnya, kadang untuk membawakan air minum dan mengingatkan agar jangan lupa makan.
“Jangan sampai otakmu error karena dehidrasi, Kak,” kata Emil sambil menyodorkan botol minum.
Sementara itu, Arman dengan gaya belajarnya yang lebih tenang tetapi intens. Ia memilih tempat sunyi di balik rak-rak tinggi perpustakaan lantai dua dan Anna yang setia menunggunya di luar ruangan setiap sesi belajar selesai.
“Gue gak ngerti pelajarannya, tapi gue ngerti kamu lagi perang, Man,” kata Anna sambil menyodorkan camilan dan semangat.
Hari demi hari berlalu.
Satu per satu ujian ditaklukkan. Matematika, Biologi, Sejarah, Kimia. Semua terasa seperti mendaki gunung dengan napas pendek. Kadang ingin menyerah, kadang ingin mundur. Tapi mereka terus melangkah.
Hingga akhirnya hari kesebelas tiba.
Ujian terakhir selesai.
Adrian keluar dari ruang ujian dengan keringat dingin membasahi punggung. Langkahnya berat, tetapi ada senyum kecil di wajahnya.
Emil sudah menunggu di luar, berdiri dengan kedua tangan di balik punggung.
“Gimana?”
“Gak tahu,” gumam Adrian. “Tapi yang pasti, aku udah ngasih segalanya.”
Arman juga melangkah keluar, bertemu pandang sekilas dengan Adrian di ujung koridor.
Mereka hanya saling menatap sesaat.
Tak ada kata.
Tapi ada anggukan pelan dari Arman.
Lalu, Adrian membalas dengan lirikan tipis, hampir seperti angin.
Datar.