Aksara dan Kacamata Ajaib

Rizasa Vitri
Chapter #4

Rumahnya

"mengapa dia tidak mau menjawab? Pasti ada yang disembunyikan," simpulku.

"setahuku, Zinnia bukanlah tipe orang yang penutup. Kecuali.." Erika menggantungkan kalimatnya.

"kecuali?" Aku yang gak sabaran terus mendorongnya bicara.

"kecuali semenjak ia menemukan kacamata itu."

Aku semakin berkepo ria. Agak ganjal dengan penjelasan Erika.

"menemukan?"

"dia itu bukan minus, Sa. Saat pertama kali ia mengenakannya, ia bercerita kalo ia menemukan kacamata itu sesaat setelah ibunya meninggal. Dan ya, sejak itu pula Zinnia jarang sekali mengoceh. Kami hanya berpikir jika Zinnia hanya butuh waktu menenangkan diri."

"ibunya meninggal?"

"iya. Beberapa bulan lalu."

***

'mungkin aku perlu mengikutinya sepulang sekolah.'

Aku sudah bertekad untuk mengikuti kemana Zinnia pulang. Kali ini aku berencana pergi seorang diri.

Tanpa bantuan siapapun, aku mengendap-ngendap menunggu Zinnia di depan kelasnya. Di tempat persembunyian tentunya.

"gue balik dulu ya. Bye."

'nah itu dia.'

Lihat selengkapnya