Didedikasikan teruntuk setiap asmaraloka
yang dipaksa karam di samudera kasta,
tatkala cinta hanyalah narasi lengkara[1]
yang binasa sebelum sempat dieja amerta[2].
Untuk setiap jiwa aktivis
yang namanya dihapus dari histori elegi[3],
yang raga dan suaranya bungkam diredam rezim tirani,
namun jejak klandestin[4]nya abadi
dalam denyut nadi perlawanan