Blurb
Bagi Senandung Senja, dunia hanyalah ruang gelap yang puitis hingga Bima Sakti datang melukiskan warna lewat rangkaian kata. Bima adalah langit malamnya; tinggi, indah, dan penuh misteri.
Senja berjanji, jika suatu hari jendela matanya terbuka, Bima harus menjadi orang pertama yang ia lihat.
Namun, Senja tak pernah tahu bahwa di balik setiap warna yang Bima bisikkan di taman, tersimpan rahasia yang mengubah hidup mereka. Di balik langkah Bima, berdiri Bumi Aksara, seorang dokter spesialis mata yang diam-diam telah mengorbankan segalanya demi menyelamatkan Senja, jauh sebelum takdir mempertemukan mereka.
Hingga suatu hari, keajaiban benar-benar datang. Melalui transplantasi kornea, perban di wajah Senja akhirnya dibuka. Kini ia dapat melihat dunia yang selama ini hanya hidup dalam imajinasinya.
Namun, pada hari yang sama, Bima menghilang tanpa jejak.
Di tengah kehilangan yang tak mampu ia mengerti, Senja mulai membuka buku catatan peninggalan Bima. Lembar demi lembar aksara di dalamnya tidak membawanya menemukan seseorang yang ia cari, melainkan menyingkap rangkaian pengorbanan yang selama ini disembunyikan darinya.
Ada seseorang yang mencintainya dalam diam. Bergerak dalam senyap. Menukar luka, air mata, dan kehilangan menjadi cahaya di kedua matanya.
Kini, Senja berdiri di persimpangan.
Haruskah ia tetap mendongak mencari Galaksi Bima Sakti yang telah sirna, atau mulai belajar berpijak pada Bumi Aksara yang sejak awal rela menanggung seluruh bebannya?