Aksara Untuk Senja
Senja turun, membawa pamit yang tertahan
Aku melangkah pergi bukan karena menyerah
Bukan pula karena kaki ini telanjur lelah
Hanya karena aku tak tega melihatmu dirundung duka.
Kadang, menjauh adalah satu-satunya cara menjaga
Agar air di antara kita tak kian mengeruh
Agar luka tak terus-menerus kita ulang
Atas nama rasa yang kian subur
Jika hadirku hanya menjelma menjadi sebab untuk air mata
Maka biarlah pergiku menjadi peneduh
Menjagamu, menjaga sisa kenangan kita
Menjaga serpihan cinta yang belum sepenuhnya runtuh
Ini bukan akhir untuk saling melupakan
Ini adalah jeda panjang untuk belajar menerima
Belajar mencintai tanpa harus memiliki
Belajar melepaskan dengan rasa yang sama
Langkahku kian jauh di senja yang meredup
Membawa retak dan doa yang terus kupintal
Berharap suatu hari nanti kau bisa tertawa lagi
Meski bukan tanganku yang mendekapmu saat terjatuh
Senja...
Jika suatu hari nanti takdir mempertemukan kita kembali
Semoga tidak ada lagi duka yang kau sembunyikan
Tidak ada lagi tangis yang mati-matian kau tahan
Biarlah sepasang matamu tetap menjadi lentera
Menerangi jalan orang lain, seperti dulu