Aku Adalah Rumah

Oleh: Shifa Aulia Syafitri

Blurb

Sejak kecil, aku sudah menjadi pembohong.

Aku tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Untuk tempat tinggal pun, kami bangun dari nol dengan usaha sendiri, sampai perlahan kehilangan semuanya. Ayah bekerja tanpa lelah, ibu berjualan kue pesanan, dan aku sebagai anak pertama coba membantu dengan berjualan kue kering di sekolah. Selayaknya anak berusia 8 tahun, aku punya banyak keinginan. Aku yang sudah mengerti tentang hidup yang aku jalani, membuatku tau cara menahan keinginan, menyembunyikan kesedihan, dan berpura-pura tenang agar tidak menambah beban.

Di sekolah, aku belajar sabar menghadapi ejekan. Di rumah, aku belajar sabar menghadapi pahitnya kehidupan. Hutang datang silih berganti, membuat kami kehilangan rumah, satu-satunya harta yang dimiliki. Suara tangis dan keluhan lebih sering terdengar daripada candaan dan tawa seperti bisanya. Saat itu aku mulai merasa kalau keberadaanku adalah beban keluarga.

Aku pikir, aku sudah kehilangan semuanya. Namun aku sadar ada hal yang tidak pernah hilang, tidak pernah meninggalkanku.

Diriku.

Diriku yang selama ini selalu bersamaku. Dia yang tau tangisku, keluh kesahku, keinginanku, dan semua hal tentang diriku yang tidak orang lain tau. Ternyata, aku adalah rumah tempat ku pulang.

Lihat selengkapnya