Aku Anak Gundik!

Fitria Rahma
Chapter #3

3. Aku Pecundang

"Vian, ayo ke kantin!"


Revian tersentak kecil saat sedang berjalan di koridor sekolah. Tiba-tiba salah satu temannya merangkul bahunya dari samping. Ia sempat kaget, tapi kemudian tersenyum dan ikut merangkul balik temannya itu.


"Ayo."


"Woy Vian, tungguin gue!"


Revian menoleh dan melihat salah satu temannya yang beda kelas berlari terbirit-birit menghampiri mereka berdua. Tubuhnya yang agak gempal membuat langkah larinya terlihat lucu, sampai-sampai Revian dan Gian saling berkedip menahan tawa.


"Kalem woy, gue sama Gian masih di sini."

Revian terkekeh geli melihat temannya itu ngos-ngosan ketika akhirnya tiba di depan mereka.


"Ayo, gue udah gak sabar pengen makan."


Revian tertawa mendengar penuturan itu, dia ikut berlari menyusul Edo yang berlari menuju kantin sekolah.


.


.


“Eh, kalian udah tahu bakal ada pertemuan Manga Club di kafe A kan. Udah pada tahu belum?”

Edo—pemuda bertubuh gempal yang selalu antusias soal komik—berseru sambil mencondongkan tubuh ke arah dua temannya.


Revian tersenyum kecil.

“Em gue tau tuh, kayaknya seru. Katanya ada drawing session juga. Pulang sekolah kita kesana,” seru Revian bersemangat. Menggambar memang sudah jadi hobi sejak kecil, dan untungnya ia punya dua teman yang menyukai hal yang sama.


Gian mengangguk, namun dia mengernyit saat Revian menyanggupi tanpa banyak berpikir.

“Oke. Eh, tapi Vian, emang lo gak papa main abis sekolah? Biasanya Ibu lo kan marah kalau lo pulang telat?”


Ibu sekarang gak akan marah marah lagi. Dia udah punya dunia nya sendiri..


Revian baru hendak menjawab ketika sebuah suara menyahut lebih dulu.


“Ehem! Hoy Hoy... Adek-adek, bisa minggir dari kursi ini?”

Lihat selengkapnya