Naren baru saja tiba di rumah setelah pulang sekolah ketika suara jeritan memecah ketenangan. Matanya langsung membelalak melihat beberapa orang berseragam perawat menyeret Ibunya keluar dengan paksa. Pemandangan itu seperti mimpi buruk yang menjadi nyata.
"Mas, aku gak gila Mas! Naren, Naren tolong Mama nak!"
Jeritan itu membuat dadanya seketika sesak. Tanpa pikir panjang Naren berlari menghampiri mereka, panik menyergap seluruh wajahnya.
"Pah, Mama mau dibawa kemana Pah?!" serunya, menatap Papanya yang justru berdiri tenang—terlalu tenang.
"Gila, Papa mu udah gila Naren! Mama mau dibawa ke rumah sakti jiwa! Naren tolong Mama!"
Naren memalingkan wajah pada Mama nya yang meronta, kemudian kembali menatap Papanya dengan tatapan tak percaya.
Angga hanya mengembuskan napas panjang, lalu menatap istrinya dingin.
"Mama kamu harus berobat. Biarkan mereka membawa Mama nu."
Kepala Naren terasa berputar.
"Sakit? Sakit apa?! Mama gak sakit apa-apa Pah!" teriaknya, menolak menerima apa pun yang disampaikan Papanya. Selama ini, Mamanya selalu baik-baik saja—tak pernah ada tanda-tanda aneh.
"Bawa dia," perintah Angga pada para perawat.
Wajah Naren langsung pucat. Dia menggenggam lengan Papanya erat, mencari jawaban.
"Pah! Jelasin sama aku! Kenapa Mama harus dipaksa ikut mereka!"
"Papa kamu selingkuh Naren! Ini semua, ini semua akal akalan Papa kamu sama selingkuhan nya! Mereka mau nyingkirin Mama! Naren, tolongin Mama nak.." suara Disa pecah, penuh keputusasaan, membuat hati Naren semakin tercerai-berai.
Naren makin tak bisa mengendalikan kepanikannya. Dia menatap Papanya penuh memohon.
"Pah! Kasian Mama Pah!"
Namun Angga justru memberi isyarat pada ajudan di belakangnya.
"Kalian, bawa Naren ke kamar nya."
"Baik Tuan."
"Apa—nggak!" Naren berontak saat dua pengawal mencengkeram lengannya keras, menyeretnya menjauh dari Ibunya.
"Gak! Lepasin gue! LEPASIN!"
Jeritan itu menggema di seluruh rumah besar, namun tak ada satu pun yang peduli. Hanya tatapan Mamanya yang penuh teriakan tanpa suara yang terus membekas dalam kepala Naren.
.