Aku Anak Gundik!

Fitria Rahma
Chapter #5

5. Jatuh!

"Malam ini kita akan ikut ke acara keluarga Papa Angga, pakai baju ini."

Julia meletakkan satu setelan jas di atas meja belajar Revian, tepat ketika putranya itu sedang fokus menulis.


Revian mengangkat wajahnya, menatap jas itu dengan bingung.

"Acara keluarga? Tapi, bukannya mereka gak nerima kita yah Bu? Gimana, kalau aku gak usah hadir aja."


Julia langsung mendengus kesal, ekspresinya berubah tajam.

"Justru karena mereka belum menerima kita. Kita tuh harus pintar-pintar berbaur dan deketin mereka, Vian."

Ia meraih lengan putranya, menggenggamnya kuat seperti memastikan Revian mendengar setiap kata.

"Dengerin Ibu. Kita sudah sejauh ini, kamu mau balik lagi hidup susah kayak dulu hah? Kalau cuma gak diterima dan diacuhkan, Ibu pikir itu gak seberapa dibanding kemiskinan yang sempat menyiksa kita."


Revian terdiam. Ada bayangan masa lalunya—rumah sempit, suara perut keroncongan, ibunya pulang larut malam demi menutupi kebutuhan mereka. Kemiskinan memang menakutkan… tapi hidup di tengah orang-orang yang memandang rendah mereka juga tidak kalah menyakitkan.


Julia memandangnya lebih tajam.

"Mau orang-orang terus bilang kamu anak pelacur, anak haram, karena Ibu kerja di klub malam, hm?"


Ucapan itu menusuk. Revian menggeleng cepat. Itu adalah bagian masa hidup yang paling ia benci—kata-kata orang yang menusuk lebih tajam daripada apa pun.


Senyum kecil muncul di bibir Julia. Ia mengangkat kedua tangannya, menangkup wajah putranya yang mirip dirinya itu.

"Gak mau kan? Makanya, kamu ikutin semua apa kata Ibu. Kita sudah sejauh ini, setinggi ini. Ibu gak mau kembali ke tempat memuakkan itu lagi, Vian."


"Iya, Vian ngerti, Bu."


Julia tersenyum puas lalu memeluknya erat.

"Kamu memang anak Ibu yang paling penurut."


.


.

Lihat selengkapnya