Aku Anak Nakal?

Firmansyah Slamet
Chapter #1

Surat dari Hari yang cerah

Perjalanan panjang yang begitu melelahkan masih dalam tahap awal. Putra kecilku sudah pulas tertidur walau kereta baru saja berjalan.

Sesosok remaja dengan pakaian berwarna gelap duduk di kursi tepat berhadapan denganku. Ia melempar senyum menyapa yang tentu saja ku balas juga dengan senyum. Terlihat jelas ia memiliki kemiripan dengan seorang pria yang sudah ku kenali dengan sangat baik seumur hidupku. Sepertinya sosok remaja ini adalah kembaran atau reinkarnasi darinya. Ia membuka buku yang berada di genggaman dan segera menenggelamkan dirinya dalam dunia bacaan.


Ada sensasi menggelitik saat memperhatikan dirinya secara diam-diam. Awalnya sempat ku kira ia beasal dari masa lalu dan ada di sini dengan mesin waktu. Namun, konyolnya pemikiranku memang tak bisa lepas dari Doraemon. Dia adalah sosok yang paling aku kagumi mesipun hanya tokoh fiksi. Untuk menghindari bosan perjalanan, ku putuskan untuk menyelam ke kilas balik masa lalu dan melompat beberapa langkah mundur.

Hanya catatan yang aku bisa andalkan untuk saat ini. Catatan ini adalah kontrak perjanjian antara aku dan waktu. Karena aku yakin suatu hari nanti, ingatanku tentang semua ini akan pudar seiring waktu. Begitu juga tentang seorang pria yang ku kenal dengan sangat baik hampir seumur hidupku ini. Dan biarkan aku menjadikannya abadi dalam sebuah tulisan.


Dan hari ini, dalam kereta ini. Aku menulis tentang sosok remaja ini yang membuatku merasakan kenangan yang menggelitik jiwa. Entah sudah berapa kata yang tersusun rapi dalam buku tebal ini, entah berapa banyak tinta yang aku habiskan demi menulis dan entah berapa lama lagi waktu yang tersisa hingga aku benar-benar berhenti menulis dan memutuskan untuk membaca hasilnya dengan tenang saat aku mulai melupakan segalanya.

Lihat selengkapnya